ILLINOIS – Tingginya kasus positif Covid-19 saat hari Pemilihan Presiden (Pilpres) di Amerika Serikat (AS) membuat sebagian pihak gusar. Direktur Kesehatan Masyarakat Negara Bagian Illinois, Dr. Ngozi Ezike, sampai menyatakan bahwa masyarakat lah yang bisa menghentikan penyebaran Covid-19, bukan presiden.
Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat tambahan kasus positif mencapai 90 ribu lebih di AS pada hari pemilihan 3 November 2020. Penambahan signifikan juga muncul pada angka kematian yang menyentuh 1.130 orang meninggal dunia.
Di Negara Bagian Illinois, terdapat kasus baru sejumlah 7.538. Jumlah kasus per hari di negara bagian tersebut mencapai angka tertinggi sejak pandemi. Itu belum termasuk tambahan angka kematian yang mencapai 55 orang.
Tingginya angka tersebut membuat Dr. Ngozi Ezike gusar. Menurutnya, siapa pun yang terpilih kembali sebagai presiden, tidak akan mampu membebaskan masyarakat dari bahaya terpapar Covid-19.
Baca juga: Joe Biden Imbau Semua Pihak Bersabar Menanti Penghitungan Suara Pilpres AS
“Siapa pun yang terpilih atau terpilih kembali sebagai presiden, tidak membebaskan salah satu dari kita dari mengambil tanggung jawab pribadi untuk mencegah penularan Covid-19,” tegas Dr. Ngozi Ezike, dikutip dari VOA, Jumat (6/11/2020).
“Sekali lagi, terlepas dari penghuni 1600 Pennsylvania Avenue (Gedung Putih), peran kita tidak berubah. Jadi tolong, ayo lakukan bagian kita. Mari saling mendorong untik melakukan hal yang benar,” imbuhnya.
Hal yang benar tersebut, menurut ahli kesehatan, adalah menutupi wajah di atas hidung dan mulut menggunakan masker. Selain itu, warga diminta menjaga jarak minimal 1 meter (m) dari orang lain serta mencuci tangan dengan benar.
Negara bagian Illinois sendiri mencatat adanya 437.556 kasus positif Covid-19 selama pandemi. Jumlah korban tewas sudah menyentuh angka 9.933 orang.