Sudah Meninggal, Caleg Partai Republik Terpilih Jadi Anggota DPR AS

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 06 November 2020 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 18 2305447 sudah-meninggal-caleg-partai-republik-terpilih-jadi-anggota-dpr-as-N3SoYUL7cA.jpg David Andahl memenangi pemilu meski sudah meninggal (Foto: Facebook/David Andahl)

BISMARCK – Sebuah keunikan terjadi pada pemilihan umum (pemilu) Amerika Serikat 2020. Calon legislatif (caleg) dari Partai Republik, David Andahl, terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (AS) sekali pun sudah meninggal dunia pada Oktober 2020 akibat Covid-19.

David Andahl, seorang petani dan juga pebisnis, meninggal dunia pada 5 Oktober 2020. Menurut keterangan pihak keluarga, ia meninggal dunia pada usia 55 tahun setelah berjuang melawan Covid-19. Meski sudah meninggal, namanya tetap tercantum di surat suara.

“Selama ini, dia sudah menjadi aparatur sipil negara selama bertahun-tahun dan tidak sabar untuk mendapatkan kesempatan mengabdi di dewan perwakilan,” tulis pernyataan keluarga, disitat dari The Star, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Virus Corona Tidak Bisa Diselesaikan Siapa pun Presiden AS Terpilih

Sayangnya, ambisi itu tidak kesampaian ketika David Andahl masih hidup. Mantan pembalap mobil itu memenangi lomba terakhirnya justru ketika sudah menghadap sang Pencipta.

Dikutip dari Washington Post, David Andahl mendapat jumlah suara yang cukup meyakinkan, yakni 5.901 atau 35,53%. Ia berada di belakang rekan satu partainya, Dave Nehring, yang meraup suara lebih banyak. Keduanya berhak mengisi jatah dua kursi di DPR AS untuk mewakili Negara Bagian North Dakota.

Mengingat sang calon legislatif sudah meninggal, maka Kejaksaan Wilayah North Dakota menganggap kasusnya sama seperti kandidat yang mundur atau pensiun. Karena itu, Partai Republik wilayah North Dakota akan segera memilih pengganti.

Ini jelas bukan kasus pertama yang terjadi dalam pemilu di AS. Pada 2018, caleg Partai Republik lainnya, Dennis Hof, terpilih sebagai anggota DPRD Nevada sekali pun sudah meninggal beberapa pekan sebelum pemilihan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini