Presiden Venezuela Ejek Lamanya Penghitungan Suara Pilpres AS

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 06 November 2020 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 18 2305488 presiden-venezuela-ejek-lamanya-penghitungan-suara-pilpres-as-b3ZbY4ONW8.JPG Nicolas Maduro mengejek lambannya penghitungan suara Pilpres AS (Foto: Reuters)

CARACAS – Lambannya penghitungan surat suara Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020 menjadi bahan ejekan dari seterunya. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengklaim hasil pemilihan di negaranya akan langsung keluar pada malam hari pemilihan, tidak berlarut-larut seperti di AS.

Lewat pernyataan resminya, Nicolas Maduro tak kuasa meledek sistem demokrasi Negeri Paman Sam. Menurutnya, AS selalu berusaha mengajarkan negara lain untuk mempraktikkan demokrasi. Padahal, sistem mereka sendiri memiliki kekurangan.

“Di Venezuela, hasil pemilu langsung keluar pada malam hari setelah pemungutan suara dengan cara yang benar. Kami menggelar kampanye di Venezuela pekan ini. Itu adalah pertunjukan betapa perilaku kami mencerminkan masyarakat sipil, damai, dan sistem yang transparan,” ucap Nicolas Maduro, dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (6/11/2020).

“Kami tidak ikut campur pada urusan dalam negeri AS. Kami sungguh benci ketika mereka berpura-pura memberikan pelajaran tentang demokrasi kepada dunia,” sambung pria berusia 57 tahun itu.

Baca juga: Beberapa Kicauan Disensor, Donald Trump Marah-Marah ke Twitter

Pernyataan terakhir menunjukkan kekesalan Nicolas Maduro atas tindakan AS mencampuri perpolitikan negaranya. Pada Januari 2019, AS memang mendukung serta mengakui anggota legislatif Juan Guaido sebagai Presiden interim Venezuela.

Tindakan AS itu dilakukan tidak lama setelah Nicolas Maduro dinyatakan memenangi pemilu untuk kedua kalinya. Tak ayal, Nicolas Maduro lantas menuding AS ingin menguasai sumber daya alam negaranya dengan menunjuk perpanjangan tangan.

Ejekan Nicolas Maduro terhadap AS tidak berhenti sampai di sana. Lebih lanjut, ia mengejek kedua calon Presiden AS, Donald Trump dan Joe Biden, tidak bisa menerima hasil pemilu. Situasi serupa tidak akan ditemui di Venezuela.

“Kami tidak ikut campur. Saya tidak ikut campur. AS jatuh karena sistem elektoralnya sendiri. Saya berjanji untuk menerima apa pun hasil pemilu yang ditentukan warga Venezuela,” tukas Nicolas Maduro.

Berlarutnya penghitungan suara dikarenakan masih adanya surat suara yang dikirim lewat layanan surat-menyurat. Empat negara bagian masih menyelesaikan penghitungan, yakni Georgia, Pennsylvania, Arizona, dan Nevada. Keempatnya kini dinilai sebagai ladang pertempuran yang krusial.

Untuk sementara, Joe Biden masih memimpin dengan 253 suara elektoral, sedangkan Donald Trump meraup 214. Keduanya kini tinggal menanti hasil penghitungan suara di empat medan pertarungan tersisa.

Lamanya penghitungan suara membuat sebagian pihak merasa tidak puas. Demi menenangkan pendukungnya, Joe Biden mengimbau agar semua pihak bersabar menanti hasil penghitungan. Menurutnya, hal itu wajar karena semua surat suara wajib dihitung dengan benar.

Donald Trump saat ini unggul tipis di Georgia yang menyediakan 16 suara elektoral dan Pennsyilvania yang menyumbang 20 suara. Sementara itu, Joe Biden unggul di Arizona (11 suara) dan Nevada (enam). Keempat negara bagian itu menjadi medan pertempuran yang krusial.

Di tengah penghitungan suara yang masih berlangsung, seruan muncul dari calon petahana sekaligus Partai Republik Donald Trump. Ia menuntut agar penghitungan suara dihentikan karena ada dugaan kecurangan. Sedangkan Partai Republik bersiap menggugat secara hukum atas tuduhan penyimpangan tabulasi surat suara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini