Lawan Stigma, Sekelompok Pemuda Muslim Prancis Berinisiatif Lindungi Gereja

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 06 November 2020 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 18 2305583 lawan-stigma-sekelompok-pemuda-muslim-prancis-berinisiatif-lindungi-gereja-gsvKObx42s.jpg Sekelompok Pemuda Muslim Prancis melindungi gereja (Foto: CTV News)

PARIS – Serangan ekstremis ke sebuah gereja di Nice, Prancis, membuat Elyazid Benferhat merasa mual. Sebagai seorang Muslim yang lahir di Prancis, serangan itu sungguh tidak bisa diterima. Karena itu, ia mulai melakukan tindakan nyata dengan melindungi sebuah gereja.

Bersama seorang teman, Benferhat mulai mengumpulkan sekelompok anak muda Muslim untuk berjaga di luar katedral kota mereka. Anak-anak muda itu berjaga selama liburan akhir pekan All Saints sebagai simbol untuk melindungi dan menunjukkan solidaritas terhadap jemaat Gereja Katolik.

Lahir dan tumbuh besar di Negeri Mode membuat Elyazid Benferhat berani mengklaim dirinya lebih Prancis dari apa pun. Ia menggambarkan dirinya sendiri sebagai sosok yang cinta damai. Sebagai Muslim, ia cukup kesal mendapat stigma negatif.

“Tapi, saya juga Muslim dan kami telah melihat Islamofobia di negara ini dan terorisme. Dalam beberapa tahun terakhir, perut saya sakit. Setiap kali ada aksi ekstremis di Prancis, Muslim di negara ini mengalami stigmatisasi sekali pun kami tidak ada hubungannya,” ujar Elyazid Benferhat, dikutip dari ABC News, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Akali Aturan Jam Malam, Seorang Pria Ajak Boneka Anjing Jalan-Jalan

Menariknya, Elzayid punya pandangan tersendiri mengenai pemenggalan guru bernama Samuel Paty. Menurutnya, pemenggalan kepala guru yang menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelasnya untuk sebuah debat tentang kebebasan berekspresi, adalah tindakan kekejaman luar biasa.

Kemudian, tiga orang tewas terbunuh pada Kamis pekan lalu di Basilika Notre Dame, Nice. Dua kasus tersebut membuatnya muak sehingga ingin melakukan sesuatu agar orang-orang tersadar.

Benferhat lantas mengajak temannya untuk merekrut relawan. Mereka menjaga gereja selama Misa pada Minggu. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan polisi setempat setelah Pemerintah Prancis menerapkan peningkatan pengamanan di situs-situs keagamaan yang sensitif.

Jemaat di gereja tersebut sangat tersentuh dengan aksi Elyazid Benferhat dan kawan-kawannya. Pastor Paroki Lodeve, Luis Iniguez, mengaku sangat terkesan dan meyakini sikap itu akan memberi harapan di tengah kekacauan.

“Sangat bagus. Anak-anak muda ini menentang kekerasan. Orang-orang senang melihat itu,” puji Pastor Luis Iniguez.

Sikap tersebut sayangnya tidak selalu disambut baik. Kelompok sayap kanan malah balik mencaci apa yang dilakukan Elyazid Benferhat. Hal itu tidak membuatnya gentar karena justru lebih banyak yang menanggapi secara positif.

Bahkan, Elyazid Benferhat dan kawan-kawan tengah mempertimbangkan untuk membawa gagasan itu ke depan dan mengulangi aksi positifnya pada periode Natal. Ia berharap kota-kota lain mengikuti apa yang dilakukannya di Lodeve.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini