Jika Trump Kalah, Strategi Politik Dunia Diprediksi Bakal Berubah

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 07 November 2020 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 18 2305622 jika-trump-kalah-strategi-politik-dunia-diprediksi-bakal-berubah-L8USmU2Qcj.jpg Donald Trump (Foto: BBC Indonesia)

JAKARTA - Proses penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat hingga kini masih berlangsung. Hasil penghitungan suara sementara, Joe Biden masih unggul tipis dari petahana, Donald Trump. Bagaimana analisis atau prediksi kedepan dari hasil penghitungan suara sementara?

Pengamat Politik asal Universitas Paramadina, Hendri Satrio memperkirakan strategi politik hingga cara kampanye pilpres di dunia bakal berubah ketika calon presiden petahana AS, Donald Trump kalah. Menurutnya, politik identitas yang kerap digunakan oleh Trump bakal hilang.

"Kalau dari sisi politik, kalau Trump kalah, ini strategi politik, kampanye, pilpres di dunia akan berubah, yang biasanya mengandalkan politik identitas, ini akan berubah menjadi ke program-program ekonomi ketimbang identitas," ujar Hendri kepada Okezone, Sabtu (7/11/2020).

Baca juga:

Penghitungan Surat Suara di Pilpres AS Belum Selesai   

Ketika Seluruh Dunia Soroti Pilpres Amerika Serikat   

"Karena Trump kan memainkannya identitas. Identitas sebagai warga negara Amerika, dengan slogannya 'Makes America Great Again'," sambungnya.

Disisi lain, Hendri Satrio menyoroti soal partisipasi publik jika Joe Biden yang memenangkan kontestasi politik ini. Ia menilai jika Joe Biden menang dalam Pilpres AS 2020 ini, maka faktor utama yang menuntun kemenangannya adalah partisipasi publik.

"Kalau Biden menang, ini memang membuat catatan bahwa yang namanya partisipasi publik dalam pilpres ya memang menentukan," terangnya.

Hendri mengambil contoh Pilpres Amerika Serikat tahun 2016. Saat itu, Trump berhasil mengalahkan calon dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Menurut Hendri, salah satu yang menyebabkan Hillary kalah saat itu, karena tingkat partisipasi publik yang rendah.

"Sehingga, akhirnya Trump bisa menang karena banyak pendukung Hillary yang memasrahkan terhadap kondisi yang ada. Jadi menyerahkan vote kepada warga negara lain. Tapi kali ini partisipasi publiknya tinggi, sehingga bisa menyeimbangi vote," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini