Donald Trump Pindah Negara jika Kalah Pilpres AS, Mau ke Mana?

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Sabtu 07 November 2020 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 18 2305805 donald-trump-pindah-negara-jika-kalah-pilpres-as-mau-ke-mana-iHmXC59tPq.JPG Donald Trump ingin pindah negara (Foto: Reuters/Carlos Barria)

PERNYATAAN Donald Trump yang akan pindah kewarganegaraan jika kalah dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020 cukup menarik perhatian. Seandainya benar akan pindah negara, lalu ke mana tujuannya?

Menilik dari latar belakangnya, Donald Trump memiliki keturunan Skotlandia dari pihak ibunya, Mary Anne MacLeod. Sang ibu lahir dan besar di Skotlandia, tepatnya Isle of Lewis. Mary lantas hijrah ke Amerika Serikat (AS) pada 1930.

Lewat sebuah pesta, Mary bertemu Fred Trump dan menikah pada Januari 1936. Mengingat AS tidak menganut kewarganegaraan tunggal, maka Donald Trump masih bisa mengurus status kewarganegaraan Skotlandia berkat garis ibu.

Lagipula, Donald Trump memiliki properti mewah berupa lapangan golf kelas dunia di Balmedie, Aberdeenshire. Ia juga punya resor golf mewah lainnya di South Ayrshire. Skotlandia jelas bisa menjadi pilihan negara berikutnya untuk Donald Trump.

Baca juga: Donald Trump Bakal Pindah Negara jika Kalah Pilpres AS 2020

Sebagai pebisnis ulung, Donald Trump memiliki banyak properti mewah di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah Trump Tower di Istanbul, Turki. Ia terbiasa tinggal di menara seperti halnya Trump Tower di New York sehingga Istanbul bisa menjadi alternatif.

Selain dua kota yang disebutkan di atas, masih ada beberapa negara lain di mana Donald Trump memiliki properti. Salah satu properti lainnya ada di Makati, Filipina. Sama seperti menara lainnya, Trump Tower di Makati memiliki komplek residens sehingga bisa dihuni.

Beberapa negara tersebut bisa menjadi tujuan Donald Trump berikutnya andai memutuskan hijrah dari Amerika Serikat. Sayangnya, hal tersebut sepertinya mustahil. Sebab, Donald Trump melalui Trump Organization, memiliki jaringan bisnis yang sangat luas di Negeri Paman Sam.

Ucapannya yang ingin meninggalkan Amerika Serikat apabila Joe Biden menang hanya gertakan belaka. Itu merupakan tanda Donald Trump begitu percaya diri dapat menjabat Presiden AS untuk periode kedua, 2020-2024.

Sayangnya, harapan itu sepertinya sulit terwujud. Hingga Sabtu (7/11/2020), perolehan suara elektoral Donald Trump tertinggal jauh dari Joe Biden. Ia baru merengkuh 214 suara elektoral, sementara Joe Biden sudah 264 alias tinggal enam lagi untuk mengunci kemenangan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini