Kemenangan Joe Biden dan Komunitas Muslim Amerika

Tim Okezone, Okezone · Selasa 10 November 2020 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 18 2307020 kemenangan-joe-biden-dan-komunitas-muslim-amerika-rYsaAwf1Nh.jpg Joe Biden. (Foto: Reuters)

Poin yang ingin saya sampaikan adalah bahwa tuduhan jika Demokrat (dalam hal ini Biden) senang perang tidak selamanya benar. Justeru Republicanlah dalam sejarahnya yang selalu berpihak kepada kapitalis (kaum kaya) yang selalu melakukan peperangan untuk kepentingan kapitalisme.

Terkhusus dalam masalah Israel-Palestina, ternyata Trumplah yang dengan muka kebal mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel. Juga memindahkan Kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Jerusalem. Walaupun kenyataannya bertentangan dengan berbagai resolusi PBB.

Bagaimana dengan China?

Dalam tatanana global saat ini memang Amerika dan China sedang bersaing. Dan karenanya tekan menekan akan terus terjadi ke depan, siapapun Presidennya.

Sejujurnya Trump punya kelemahan menghadapi China. Kelemahan itu karena dia sendiri punya utang pribadi yang cukup besar kepada China. Menurut informasi Trump berutang sekitar US$400 juta ke China.

Saya justeru menilai jika Biden/Demokrat akan lebih tegas ke China ke depan. Kita ketahui bahwa Demokrat sangat peduli dengan isu-isu HAM. Hal ini akan menjadi modal bagi warga Muslim Amerika untuk menekan pemerintahan Biden untuk membela hak-hak warga Uighur di China.

Secara umum dengan terpilihnya Biden hubungan internasional Amerika akan kembali rasional dan normal. Selama ini Amerika jadi aneh dan nampak tidak rasional dalam hubungan internasionalnya. Amerika dengan mudah menarik diri dari banyak kerjasama global, termasuk keluar dari Paris Climate Change Treaty dan WHO justeru di saat diperlukan kerjasama global mengahdapi pandemi Covid 19.

Isu-isu moralitas

Banyak yang kemudian menuduh bahwa dengan Joe Biden-Kamala Harris menjadi Pemimpin Amerika isu-isu Immoralitas semakin menguat.

Kita kenal bahwa Demokrat memang menganut paham liberalisme. Artinya memberikan kebebasan kepada semua pihak untuk eksis dan berkembang. Termasuk apa yang kita anggap bertentangan dengan nilai-nilai kita.

Tapi hal ini ternyata dalam realitanya tidak merubah realita di lapangan. Justeru saya yakin cara terfektif untuk melakukan perubahan cara Pandang dan karakter masyarakat justeru melalui proses pendidikan dan pembudayan yang baik. Dalam bahasa agama melalui kerja-kerja dakwah.

Kesimpulan ini didasarkan kepada kenyataan bahwa baik di saat Republikan berkuasa maupun Demokrat ternyata berbagai penyelewengan moralitas tetap sama. Ideologi kekuasaan tidak banyak berarti dalam melakukan perubahan cara Pandang dan mentalitas.

Di sinilah kelebihan Demokrat. Karena dengan kebebasan (saya istilahkan ruang) yang sama untuk semua akan terjadi kompetisi dalam menampilkan nilai dari masing-masing kelompok manusia. Dan saya yakin di sinilah Islam akan mampu tampil sebagai nilai terbaik dari semua yang ada.

“Li yudzhirahu alad diini killih” akan kita buktikan dengan persaingan nilai tersebut.

Akhirnya kita hanya bisa berusaha. Tugas kami yang berat ke depan adalah mengawal pemerintahan Joe Biden untuk tetap sejalan dengan kepentingan dan kebaikan untuk semua. Bukan untuk sekelompok orang saja.

New York, 9 November 2020

Penulis: Shamsi Ali

- Imam/Direktur Jamaica Muslim Center

- Presiden Nusantara Foundation

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini