Usai Cekoki Obat Racikan, Pria Ini Setubuhi Wanita hingga Tewas

Herman Amiruddin, Okezone · Selasa 24 November 2020 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 609 2314855 usai-cekoki-obat-racikan-pria-ini-setubuhi-wanita-hingga-tewas-KbIrgk7f1p.jpg Polisi sita 21 obat racikan yang digunakan pelaku untuk mencekoki korbannya (Foto : Polres Makassar)

MAKASSAR - Seorang pria bernama Abd Nasir alias Anas (37) ditangkap polisi setelah melakukan pembunuhan dan menyetubuhi seorang wanita NI yang dikenalnya melalui sosial media. Pelaku membunuh korban dengan cara mencekoki obat racikan, bahkan setelah korban meninggal, pelaku masih menyetububuhi mayat korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul mengatakan pelaku merupakan buronan kasus pembunuhan terhadap salah seorang ibu rumah tangga di Kolaka.

"Korban ini mencekoki korban dengan obat racikan, kemudian menyetubuhi, dan mengambil ponsel milik korban," kata Agus kepada Okezone, Senin 23 November 2020.

Pembunuhan terhadap korban berinisial NH lanjut Agus berawal saat pelaku dan korban berkenalan di sosial media dan bertemu di dalam kamar hotel di Kecamatan Latambaga, Kolaka, pada Senin 16 November 2020 sekitar pukul 21.30 Wita.

"Mayat korban ditemukan sehari setelah kejadian, oleh karyawan hotel. Pelaku dan korban berkenalan lewat media sosial Facebook. Berlanjut ke Whatsapp. Modusnya menawarkan obat herbal yang bisa mengatasi segala penyakit dalam. Diajak lagi ketemu di hotel itu. Ternyata pelaku memaksa korban bersetubuh," kata Agus.

Pelaku berhasil ditangkap oleh Tim Jatanras Polrestabes Makassar saat kabur ke Makassar. Pelaku ditangkap di dalam kamar salah satu hotel Jalan Gunung Lompobattang, Kecamatan Ujung Pandang, Minggu 22 November ketika tertidur pulas.

"Jadi Polres Kolaka berkoordinasi dengan kami, karena pelaku diduga tengah berada di Makassar. Setelah itu kami lakukan penyelidikan sampai kita dapat informasi keberadaan yang bersangkutan," ungkap Agus.

Agus melanjutkan, polisi menemukan barang bukti 21 pil obat racikan, buku rekening milik pelaku, serta sejumlah dokumen pribadi. Dari kartu identitasnya, pelaku berasal dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

"Hasil interogasi, dua kali pelaku menyetubuhi korban Sampai meninggal dunia, ponsel korban dibawa lari, dan dijual di Kendari," papar Agus.

Baca Juga : Petugas Lapas Gagalkan Penyelundupan 700 Gram Sabu

Dia menerangkan, obat yang diracik kemudian dimasukan ke dalam pil adalah chlorpheniramine maleat / CTM, alprazolam, serta obat insomnia. Obat-obatan itu biasanya digunakan mempercepat kantuk, pengidap gangguan kecemasan berlebih.

"Obat itu didapatkan di apotek ada juga di rumah sakit jiwa di Samarinda. Dulu pelaku ini bekerja di Kalimantan sebagai penjual obat herbal, ternyata itu kedok untuk melakukan kejahatannya," ujar Agus.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini