Soal Kerumunan Massa Megamendung, Polda Jabar: Ada Unsur Pidana

Agus Warsudi, Koran SI · Kamis 26 November 2020 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 525 2316489 soal-kerumunan-massa-megamendung-polda-jabar-ada-unsur-pidana-kJYIAb5Qhq.jpg Foto: dok Okezone

BANDUNG - Polda Jabar tengah mendalami potensi tersangka dalam kasus kerumunan massa yang terjadi di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (23/11/2020). Dari hasil pemeriksaan terhadap 15 saksi, penyelenggara kegiatan dan pendiri ponpes di Megamendung berpotensi jadi tersangka.

Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol CH Patoppoi mengatakan, ada unsur pidana dalam kerumunan massa yang terjadi saat peletakan batu pertama Ponpes Alam Agrokultur Markaz Syariah di Megamendung, Kabuapten Bogor. Karena itu, penyidik meningkatkan kasus ini ke penyidikan.

 (Baca juga: Edhy Prabowo Ditangkap, Fadli Zon: Semoga KPK Temukan Harun Masiku)

"Potensi suspect itu penyelenggara atau mungkin berdasarkan alat bukti, mungkin pemilik atau pendiri ponpes," kata Direktur Ditreskrimum Polda Jabar di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (26/11/2020).

Diketahui, dalam proses klarifikasi di Polda Jabar, penyidik memanggil dua orang perwakilan Front Pembela Islam (FPI) yakni, Ustadz Asep Agus Sofyan dan Habib Muchsin Alatas.

Namun dua perwakilan FPI yang disebut-sebut sebagai panitia penyelenggara kegiatan peletakan batu pertama Ponpes Alam Agrokultur tersebut tak hadir meski telah dua kali dipanggil. Panggilan pertama pada Jumat 20 November 2020 dan kedua pada Senin 23 November 2020.

"Kami temukan dugaan pemilik ponpes itu (Ponpes Alam Agrokultur Markaz Syariah DPP FPI) adalah HMR (Habib Muhammad Rizieq) yang didirikan sejak 2021," ujar Kombes Pol CH Patoppoi.

Diberitakan sebelumnya, akibat kasus kerumunan massa di Megamendung, Kabupaten Bogor pada Jumat (13/11/2020), sejumlah orang diperiksa Polisi, termasuk Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

(Baca juga: Hadapi Ancaman Asing, 3.123 Prajurit TNI AD Dikerahkan ke Pulau Sumatera)

Selain itu, Irjen Pol Rudy Sufahriadi dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Jabar dan AKBP Roland Ronaldy dimutasi menjadi Wadireskrimusus Polda Jabar dari jabatan sebelumnya sebagai Kapolres Bpgor.

Dalam kegiatan itu, ribuan massa pendukung Habib Rizieq Shihab yang hadir tidak menerapkan protokol kesehatan. Jangankan menjaga jarak, mereka juga banyak yang tak memakai masker.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini