Pemkot Bogor Musnahkan Ribuan Rokok Tembakau dan Elektrik Ilegal

Haryudi, Koran SI · Kamis 26 November 2020 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 525 2316627 pemkot-bogor-musnahkan-ribuan-rokok-tembakau-dan-elektrik-ilegal-REKUVERdl4.jpg Pemkot Bogor musnahkan rokok tembakau dan elektrik ilegal. Foto: Haryudi

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Kantor Pengawasan Bea Cukai Tipe Madya Pabean A Bogor memusnahkan ratusan ribu batang tembakau dan elektrik ilegal senilai Rp504 juta.

Plt. Kepala Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bogor, Edwan Isrin menyampaikan, pemusnahan BMN yang dilakukan merupakan hasil penindakan cukai rentang tahun 2017 hingga 2020.

(Baca juga: 11 Napi Pindahan ke Lapas Garut Diduga Positif Covid-19)

"Nilai cukai barang yang dimusnahkan di Kota Bogor, sekitar Rp 504 juta yang terdiri dari rokok tembakau iris dan sigaret mesin sebanyak 500 ribu batang," ungkapnya.

Untuk tembakau iris, kata dia, ada sekitar 530 kg, rokok elektrik sekitar 341.286 milliliter atau sebanyak 5.337 botol. Total kerugian negara sekitar Rp 504 juta, nilai cukai yang seharusnya didapat negara.

"Melalui pemusnahan BMN (Barang Milik Negara) hasil penindakan ini diharapkan peredaran rokok ilegal di wilayah Bogor menurun dan tidak ada lagi pelanggaran di bidang cukai," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, BMN yang dimusnahkan merupakan hasil temuan-temuan di Jawa Barat yang jumlahnya cukup besar, sekitar Rp 5 Miliar.

“Yang jelas komunikasi kita dengan Bea Cukai tetap terjalin baik, termasuk juga nanti pelaksanaan DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) akan kita intensifkan," kata Sekda usai mengikuti pemusnahan.

(Baca juga: Diduga Terlibat Prositusi, 2 Artis Ditangkap di Hotel Berbintang Lima)

Sekedar informasi, selama rentang tahun 2017 hingga 31 Oktober 2020, Bea Cukai se Jawa Barat melakukan sebanyak 2.088 kali penindakan di bidang cukai terhadap 36,07 juta batang rokok ilegal dengan nilai barang hasil penindakan sebesar Rp 30,5 Miliar.

Adapun barang kena cukai yang dimusnahkan, hasil tembakau berupa sigaret (rokok) sebanyak 4.845.450 batang, hasil tembakau berupa tembakau iris (TIS) sebanyak 1.000.709 gram, minuman mengandung Etil alkohol (MMEA) sebanyak 13.246 botol = 3.925.900 ml dan hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) berupa e-liquid/vape sebanyak 6.580 botol = 436.580 ml.

Dengan nilai barang kena cukai ilegal yang dimusnahkan sebesar Rp 5 Miliar lebih dengan perkiraan nilai cukai yang tidak terpungut oleh negara sebesar Rp 3,4 Miliar.

Kegiatan pemusnahan BMN ini juga dilakukan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat dan diikuti serentak secara daring di 7 Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), diantaranya Kota Bandung, Purwakarta, Tasikmalaya dan yang lainnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum secara resmi membuka kegiatan pemusnahan yang diawali sambutan Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai dari Dirjen Bea dan Cukai, Nirwala Dwi Heryanto.

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai dari Dirjen Bea dan Cukai, Nirwala Dwi Heryanto menyatakan kontribusi penerimaan cukai adalah sekitar 10 persen dari APBN rata-rata setiap tahun dan menjadi terbesar di Asia yang rata-rata 2 hingga 5 persen.

"Jika dilihat secara keseluruhan, kontribusi cukai sebesar 95 persen dari penerimaan total bea dan cukai," katanya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini