“PLAAF (dan PLAN) saat ini dikonfigurasi sebagai pasukan regional untuk konflik dalam rantai pulau pertama dengan kemampuan khusus tambahan yang bertujuan untuk menetralkan atau menekan pangkalan AS di Guam,” terangnya.
“H-20, sebaliknya, akan memberi China kemampuan proyeksi kekuatan antarbenua yang sesungguhnya,” lanjutnya.
Melalui Laporan Kekuatan Militer China 2020, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan jika H-20 kemungkinan akan memiliki jangkauan setidaknya 8.500 kilometer.
Ini berarti jet bomber dapat dengan mudah menargetkan pangkalan Amerika di Guam, wilayah strategis AS sekitar 2.000 mil dari pantai China.
Pakar lain melihat tentara China kemungkinan ingin memasukkan Hawaii dalam daftar targetnya melalui H-20.
Dalam laporan tentang H-20 pada November lalu, The National Interest mengatakan PLAAF menginginkan jet bomber strategis yang dapat beroperasi dalam rantai ketiga, juga dikenal sebagai area yang dimulai dengan Kepulauan Aleut dan meluas ke luar Hawaii.