Seperti diketahui, ketegangan terus meningkat antara AS dan China karena virus korona yang diyakini telah dimulai di Wuhan. Kedua negara telah menuduh satu sama lain salah menangani krisis.
Menurut Badan Intelijen Pertahanan AS, H-20 adalah jet bomber strategis yang mirip dengan B-2 atau B-21. Pesawat jet bomber tersebut akan dilengkapi dengan rudal nuklir dan konvensional dengan berat lepas landas maksimum lebih dari 200 ton.
“Seperti rudal balistik antarbenua, semua jet bomber strategis dapat digunakan untuk mengirimkan senjata nuklir ... jika China mengklaim telah menjalankan kebijakan pertahanan nasional yang murni bersifat defensif, mengapa perlu senjata ofensif seperti itu?,” terang sumber lain.
Sumber itu juga mengungkapkan jika AS menyebarkan lebih banyak jet tempur supersonik F-35, itu akan mendorong China untuk memajukan penggunakan jet bomber itu. AS dilaporkan telah menjual sekitar 200 jet tempur ke Jepang dan Korea Selatan.
H-20 diyakini telah dikembangkan sejak awal 2000-an, tetapi proyek tersebut pertama kali diumumkan secara publik pada 2016.
(Amril Amarullah (Okezone))