Perkelahian Maut, Tersangka Pembunuhan Mengaku Terdesak

Pande Wismaya, iNews · Jum'at 27 November 2020 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 244 2317285 perkelahian-maut-tersangka-pembunuhan-mengaku-terdesak-rdaI0UAh8T.png Ketut Mudrayasa, tersangka perkelahian maut yang berujung kematian. (Foto tangkapan layar)

BULELENG - Tersangka kasus perkelahian maut yang berakibat korban tewas dengan usus terburai mengaku terdesak saat didatangi korban ke rumahnya. Tersangka mengaku menebas korban sebanyak tiga kali ke tubuh korban dengan menggunakan.

Kasatreskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto saat konferensi pers mengatakan, tersangka Ketut Mudrayasa ditetapkan sebagai pelaku tunggal kasus pembunuhan di Desa Kubutambahan.

(Baca juga:  Tipu Korban dengan Iming-iming Jadi PNS, Oknum Polisi Ini Diamankan)

“Dari keterangan beberapa orang saksi yang telah diminta keterangan tidak mengetahui secara jelas awal permasalahan antara korban dengan tersangka sehingga terjadi pekerlahian dan pembunuhan. Namun, dari keterangan yang diperoleh bahwa korban mendatangi rumah tersangka dan terjadi cekcok,” kata AKP Vicky Tri, Jumat (27/11/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi duel maut antara Gede Mertayasa dan Ketut Mudrayasa di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, pada Senin (16/11/2020) sore lalu yang berakir dengan kematian Gede Mertayasa.

Tersangka, sambung AKP Vicky Tri, mengaku terdesak saat korban mendatangi rumahnya sehingga tersangka langsung mengambil badik dan menyabet korban dengan membabi buta. Korban tewas di halamn rumah tersangka dan tersangka langsung menyerahkan diri.

(Baca juga:DKI Hattrick Penghargaan Pemda Paling Informatif, Anies : Terus Berinovasi Sesuai Tantangan Kekinian )

“Tersangka Mudrayasa mengaku dirinya terdesak saat didatangi korban ke rumahnya dan korban sempat memukulnya sebanyak dua kali. Karena kalap dirinya mengambil badik yang ada di rumahnya dan menyerang korban sebanyak tiga kali setelah itu langsung menyerahkan diri ke polisi. Tersangka mengaku tidak mengetahui persoalan korban marah kepada dirinya,” bebernya

Dari kasus tersebut diamankan juga barang bukti sebilah badik dan juga baju yang berlumuran darah. Karena tindakan menghilangkan nyawa orang lain, pelaku dijerat pasal 338 KUHP dan subsider pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini