Imigrasi Pangkalpinang Deportasi WNA Asal Malaysia

Haryanto, iNews · Jum'at 27 November 2020 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 340 2317333 imigrasi-pangkalpinang-deportasi-wna-asal-malaysia-XFbOR3kURS.jpg Kator Imigrasi Pangkalpinang deportasi WNA Malaysia. Foto Haryanto

PANGKALPINANG - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Provisi Kepualan Bangka Belitung, mendeportasi Warga Negara Asing (WNA), Jumat (27/11/2020). WNA asal Malaysia tersebut, di deportasi lantaran melanggar izin tinggal.

Kepala Imigrasi Pangkalpinang, Darmunansyah, mengatakan WNA atas nama Sahat Bin Ahmad dengan Nomor Paspor A40442980 masuk ke Indonesia pada tanggal 10 Maret 2020.

(Baca juga: Bawaslu: Rekomendasi Pemberian Sanksi Administratif Wajib Dijalankan KPU)

"Orang asing ini masuk dengan menggunakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang berlaku selama 30 hari. Namun dikarenakan Pandemi Covid-19 dan sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jendral Imigrasi Nomor IMI-GR.01.01-4497 tentang batas waktu kewajiban Orang Asing pemegang Ijin Tinggal Keadaan Terpaksa (TKT) untuk mendapaikan izin tinggal keimigrasian," katanya.

"Maka terhadap Orang Asing pemegang izin tinggal keadaan terpaksa maksimal, tanggal 5 Oktober 2020 wajib meninggalkan wilayah Indonesia," ujarnya.

Ia menjelaskan, WNA tersebut bisa saja tinggal lebih lama, asalnya pemegang Izin Tinggal dalam keadaan terpaksa mengajukan permohonan E-Visa.

"Terhadap orang asing yang tidak mengajukan E-Visa akan menjadi Overstay/ Melebihi Izin Tinggal, sampai hari ini yang bersangkutan sudah Overstay 52 Hari, Hal ini sesuai dengan pasal 78 ayat 2 jo pasal 75 ayat 1 dan ayat 2 huruf a dan f," ucapnya.

Menurutnya, WNA ini harus membayar denda Rp52 juta, namun karena hal itu tidak dilakukan pihak imigrasi langsung mendeportasinya dan di cekal masuk Indonesia selama setahun.

(Baca juga: Polisi Belum Menahan 2 Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi Online)

"Orang asing tersebut akan kita Deportasi pada hari Jum'at tanggal 27 November 2020 melalui bandara Soekarno Hatta Jakarta dengan menggunakan Pesawat Malaysia Airlines," katanya.

Sementara itu, WNA ini mengaku mengaku tinggal di rumah kerabat angkatnya di Desa Jeruk, Kabupaten Bangka Tengah. Pertama datang ke Indonesia dengan tujuan wisata, namun akibat pandemi Covid-19, dirinya tertahan hingga tak bisa pulang.

"Saya kesini liburan, olahraga golf. Tapi ke pandemi ini gak bisa kemana-mana, jadi tertahan disini. Terimakasih kasih kepada imigrasi yang telah memberlakukan saya dengan sangat baik. Ini memang sudah aturan siapa pun harus mengikutinya, saya sangat ikhlas," katanya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini