Tersentuh, Simpatisan Kumpulkan Uang untuk Anak yang Kerap Tinggal di Hutan

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 01 Desember 2020 15:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 18 2319604 tersentuh-simpatisan-kumpulkan-uang-untuk-anak-yang-kerap-tinggal-di-hutan-bbl9P5w1pM.jpg Foto: Newsflash

RWANDA - Para simpatisan berhasil mengumpulkan dana sebesar 1.000 poundsterling (Rp19 juta) untuk anak laki-laki yang tinggal di hutan, Ellie.

Ellie adalah pemuda lokal berusia 21 tahun yang kerap mendapatkan perlakuan kejam dari para tetangganya di desa mereka di Rwanda, Afrika Timur.

Dia kerap menjadi “bulan-bulanan” karena fisiknya yangt berbeda dari orang lain yang seumuran dengannya. Ia dilahirkan dengan kepala kecil yang tidak normal dan bentuk wajah yang tidak biasa setelah ibunya mengalami keguguran lima bayi sebelumnya.

Eliie kerap diejek dengan sebutan monyet, atau “Mowgli”, karena dia kerap bersembunyi dan makan di hutan. Dia juga di-bully dan dipukul. Ibunya mengatakan penduduk desa lainnya terus-menerus mengejar putranya karena dia menghabiskan sepanjang hari berlari melalui hutan.

Sang anak juga diketahui lebih suka makan rumput dan tidak berinteraksi dengan manusia lain. Ellie dianggap seperti pelari tercepat Usain Bolt dan bisa menempuh 230 kilometer dalam seminggu.

Cerita Ellie ini pun menyentuh banyak orang. Mereka juga memuji sang ibu yang tetap kuat dan bertahan dalam kemiskinan yang ekstrem.

(Baca juga: Kesal, Penumpang Pesawat Ini Tempelkan Permen Karet ke Rambut Penumpang di Depannya)

Sejauh ini, hampir 100 orang asing yang murah hati yang telah menyumbangkan dana.

“Ini adalah isyarat kecil bagi kami, yang cukup beruntung untuk menjadi sehat, untuk dapat bekerja! Ibu yang malang yang memberikan hidupnya sendiri untuk anak kecilnya,” ujar seorang penggalang dana.

“Mari kita bantu ibu tunggal ini untuk membesarkan anak ini karena dia menganggur yang membuat keluarga kehabisan makanan dan memaksa anak laki-laki ini pergi ke hutan dan makan rumput. Mari berkontribusi dan selamatkan anak ini dan nyawa ibunya,” tulis warganet lainnya Ineza .

Kampanye ini diselenggarakan atas nama Afrimax TV, yang sebelumnya mendokumentasikan kisah hidup Ellie.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini