Share

Ranjau Perang Dunia II Tersangkut di Jaring Kapal Ikan, Nelayan Dipanggil Angkatan Laut Kerajaan

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 03 Desember 2020 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 18 2321061 ranjau-perang-dunia-ii-tersangkut-di-jaring-kapal-ikan-nelayan-dipanggil-angkatan-laut-kerajaan-YXRyE1zKDt.jpg Foto: Royal Navy

SKOTLANDIANelayan asal Skotlandia harus menghadap Angkatan Laut Kerajaan Skotlandia setelah menemukan ranjau bekas Perang Dunia II seberat 349 kilogram.

Ranjau ini secara tidak sengaja “nyangkut” di jaring kapal penangkap ikan atau kapal pukat mereka di dekat Pulau Bute, di lepas pantai Clyde.

Para nelayan ini diamankan oleh Troon Lifeboat dan Tim Penyelamat Penjaga Pantai Rothesay. Sedangkan kapal pukat mereka terus melakukan perjalanan untuk bertemu dengan Kelompok Selam Utara yang berbasis di Faslane.

Ranjau yang diletakkan oleh kapal selam Jerman pada saat Perang Dunia II, diletakkan di Pulau Aisla Craig dan tersangkut di jaring kapal penangkap ikan.

Tujuh awak di atas kapal dibawa ke tempat aman sebelum para ahli Angkatan Laut Kerajaan memeriksa perangkat ranjau itu.

Pasukan bom angkatan laut memutuskan ranjau itu dalam kondisi murni dan harus diledakkan dalam ledakan terkendali.

(Baca juga: Polisi Selamatkan 40 Anjing Diduga Akan Dijadikan Sosis)

Penyelam angkatan laut dengan hati-hati menurunkan ranjau itu ke dasar laut di Pantai Ettrick. Lalu diledakkan dengan aman. Terlihat begitu besar gelombang air dan lumpur terlempar keluar akibat ledakan.

“Mengingat sudah berada di dalam air selama sekitar 80 tahun, kondisi ranjau sangat luar biasa,” terang Komandan Kelompok Selam Utara Letnan Komandan Mark Shaw.

“Dari gambar awal kami dapat dengan mudah mengidentifikasi jenis ranjau, dan yang terpenting, menentukan jika isi bahan peledak utuh dan bisa menimbulkan bahaya yang signifikan,” ujarnya.

“Kapal itu dialihkan ke Teluk Ettrick dan bertemu dengan tim saya, dipimpin oleh Petty Officer (Diver) Robert McCann yang dengan aman menangani situasi tersebut,” jelasnya.

“Item dengan ukuran ini relatif tidak umum, namun, kelompok ini mendekati 100 seruan tahun ini mendukung otoritas sipil dengan semua jenis Pembuangan Senjata Peledak, mulai dari ranjau dan torpedo hingga granat tangan dan perangkat improvisasi,” terangnya.

“Rata-rata, di seluruh Inggris, Royal Navy Clearance Divers ditugaskan sekali sehari untuk bantuan EOD. Ini menyoroti sisa keberadaan persenjataan bersejarah. Bahkan barang kecil pun bisa menjadi tidak stabil dan menimbulkan bahaya ledakan, melakukan ledakan terkontrol adalah satu-satunya cara yang aman untuk menanganinya dan menetralkan bahayanya.,” lanjutnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(sst)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini