Di Kelas dan RS, Siswa Korsel Ikuti Ujian Masuk Universitas di Tengah Pandemi Covid-19

Jum'at 04 Desember 2020 06:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 18 2321355 di-kelas-dan-rs-siswa-korsel-ikuti-ujian-masuk-universitas-di-tengah-pandemi-covid-19-msdFvDUIYT.JPG Para siswa menunggu dimulainya ujian masuk universitas di tengah pandemi Covid-19 di sebuah aula di Seoul, Korea Selatan, 3 Desember 2020. (Foto: Reuters)

SEOUL – Hampir setengah juta siswa di Korea Selatan mengikuti ujian masuk universitas secara luring (offline) di tengah pandemi Covid-19. Para siswa yang terinfeksi Covid-19 tetap mengikuti ujian dari rumah sakit, sementara yang lainnya mengerjakan ujian di ruang kelas dengan dipisahkan layar transparan.

Korea Selatan sedang berjuang melawan gelombang ketiga infeksi virus corona dan pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah ketat memastikan para siswa bisa mengikuti tes dengan aman. Ujian masuk universitas ini dianggap sebagai sebuah hal yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan seorang siswa sekolah menengah atas di Korea Selatan karena memperoleh gelar dapat membantu seseorang mendapatkan pekerjaan yang baik.

BACA JUGA: Korsel Tutup Semua Sekolah di Seoul karena Peningkatan Kasus Covid-19

Polisi dan petugas sekolah menjaga sekitar 31.000 tempat ujian di seluruh negeri, yang pada tahun-tahun normal biasanya dipenuhi dengan orang tua yang berdoa dan regu pendukung yang membagikan minuman panas dan makanan ringan.

Foto: Reuters.

“Ini tes kedua saya, dan saya hanya ingin menyelesaikannya meski berisiko tertular virus corona. Hanya itu yang saya pikirkan untuk datang ke sini," kata peserta ujian Jeon Young-jin, (19 tahun) kepada Reuters.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Seoul Terapkan Aturan Ketat Penggunaan Masker

Dari 491.000 pelamar, 45 pasien Covid-19 yang dikonfirmasi mengikuti tes di rumah sakit yang ditunjuk, sementara kamar khusus disediakan untuk membantu 616 lainnya yang berada dalam isolasi diri. Hampir 65.000 tidak hadir, menandai tingkat ketidakhadiran tertinggi di 13,2%, demikian menurut data kementerian pendidikan.

Pengawas untuk kasus yang dikonfirmasi dan dicurigai diminta untuk memakai alat pelindung dan mengumpulkan kertas ujian di kantong plastik dan menyekanya sebelum diserahkan kepada staf di luar.

Pemerintah telah memperketat pembatasan jarak sosial, dan mengumumkan periode anti-virus khusus selama dua minggu menjelang ujian.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan 540 kasus baru pada Jumat (27/11/2020), termasuk 516 infeksi dalam negeri dan 24 kasus impor. Total kasus di Korea Selatan saat ini berada di angka 35.703, dengan 529 kematian tercatat.

(Bernadus Melkianus Danomira)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini