PVMBG : Gunung Semeru Masih Berstatus Waspada Level 2

Avirista Midaada, Okezone · Senin 07 Desember 2020 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 519 2323055 pvbmg-gunung-semeru-masih-berstatus-waspada-level-2-JGnM9CNIKy.jpg Foto: TNTBS

LUMAJANG - Di tengah aktivitas vulkanik Gunung Semeru PVBMG memastikan status gunung masih waspada level 2. Hal ini mengingat aktivitas gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa ini masih fluktuatif dan bisa sewaktu - waktu meningkat.

"Ya status waspada level 2," ucap Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Semeru di Gunung Sawur Mukdas Sofian, saat dikonfirmasi okezone pada Senin pagi (7/12/2020).

Sofian mengakui bila beberapa kali ada aktivitas vulkanik berupa luncuran awan panas guguran dan lava pijar dari Gunung Semeru. Namun ia memastikan bila aktivitas vulkanik yang ditimbulkan tidak sebesar pada Selasa 1 Desember 2020 lalu.

"Masih ada (luncuran awan panas guguran dan lava), beberapa kali. Tapi intensitasnya jauh lebih kecil dari tanggal 1 (Desember) yang sampai 11 kilometer," ungkapnya.

Namun dirinya tak bisa memastikan sampai kapan aktivitas vulkanik Gunung Semeru ini akan berlangsung. Mengingat kondisi ini kadang tak menentu dan masih fluktuatif.

"Ya fluktuatif. Sebetulnya Semeru aktivitasnya seperti ini, normal sudah biasa. Kita nggak tahu puncaknya kapan, turunnya kapan nggak bisa (diprediksi)," tuturnya.

Menurutnya berdasarkan pengamatan di Pos Gunung Sawur hingga pukul 06.00 WIB pagi, luncuran awan panas guguran berkisar antara jarak 500 - 750 meter, dengan beberapa kali sinar api yang muncul dari lava pijar, teramati meluncur 50 - 100 meter dari kawah aktif.

"Untuk pengamatan visual kalau untuk asap kawah nihil. Terdengar dua kali suara gemuruh dari kawah," katanya kembali.

Ia pun mengingatkan warga agar tak mendekati jarak 1 kilometer dari kawah di puncak gunung, 4 kilometer arah bukaan kawah sektor selatan tenggara. Selanjutnya masyarakat juga diminta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Kami juga meminta warga mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan serta tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas dan aliran sungai yang rawan lahar dingin," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini