Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jejak Kobra, Macan Tutul hingga Pelahlar

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 08 Desember 2020 |22:36 WIB
Jejak Kobra, Macan Tutul hingga Pelahlar
Kepala BNPB Doni Monardo (Foto: BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Rigid Inflatable Boat (RIB) Kopassus melaju cepat, membelah Segara Anakan, Cilacap – Jawa Tengah, Jumat 4 Desember 2020. Sesekali, perahu yang bisa melaju hingga 60 knot (111 km/jam) itu melambat saat berpapasan dengan sampan nelayan, atau kapal motor tempel milik penduduk. Gelombang yang ditimbulkan bisa mengakibatkan perahu mereka terbalik.

Segara Anakan adalah laguna raksasa yang terletak di pantai selatan Pulau Jawa di perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dengan Jawa Tengah.

Perahu juga terkadang melambat karena sebab lain: Baling-baling tersangkut sampah. Benar, perairan Segara Anakan ini relatif kotor. Banyak sampah dan limbah rumah tangga mengapung. Selain itu, tingkat sedimentasinya juga sangat tinggi.

Sekitar 1,5 jam dari dermaga Wijayapura, perahu cepat melego jangkar kurang lebih 300 meter dari lepas pantai. Beberapa unit perahu nelayan dengan dua cadik di kiri-kanannya mendekat. Penumpang harus pindah ke perahu kecil itu, untuk sampai ke tempat yang dituju.

Baca Juga:  Panglima TNI Sidak Tiga Markas Komando Pasukan Khusus TNI

Iring-iringan perahu nelayan pun menyusuri tepian menuju sebuah teluk, dan merapat di “dermaga darurat”. Perahu-demi-perahu menurunkan penumpangnya. Satu perahu berisikan kurang dari 10 orang. Di perahu terdepan, tampak Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, disertai sejumlah pejabat teras BNPB yang lain.

 Doni Monardo

Tak kurang dari 50 personel lain tampak mengiringi Doni Monardo. Mereka terdiri atas aparat TNI/Polri wilayah Cilacap, petugas BPBD Kabupaten Cilacap, dan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

Satu di antara mereka adalah Letkol Inf. Wahyo Yuniartoto, yang menjabat Dandim Cilacap. Lelaki kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah ini adalah pamen TNI-AD lulusan Akmil tahun 2001, dari kecabangan infanteri Baret Merah (Kopassus).

Siang itu, Wahyo seperti berkesempatan reuni dengan mantan komandannya di Kopassus, Letjen TNI Doni Monardo. Selain bersinggungan di kesatuan baret merah, Wahyo juga pernah mendampingi Doni Monardo melakukan penanaman pohon di lokasi longsor Banjarnegara, daerah kelahirannya. Saat itu, Doni masih menjabat Danjen Kopassus (2014).

Baca Juga:  Komando Operasi Merapi, Aksi Sarwo Edhie Tumpas Perwira Pro PKI

Wahyo tak pernah jauh dari Doni saat mengunjungi Cilacap. Kehadiran mantan komandannya itu memang sengaja menuju kawasan hutan konservasi yang ada di teritori binaannya. Sebelum ke Cilacap, Doni berturut-turut mengunjungi Lembata (NTT), Lumajang (Jawa Timur), dan Malang (Jawa Timur).

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement