Saat Coblos Besok, Prokes Ini Wajib Diterapkan di TPS

Aan haryono, Koran SI · Selasa 08 Desember 2020 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 08 519 2323758 saat-coblos-besok-prokes-ini-wajib-diterapkan-di-tps-N5TqJGMUq6.jpg Foto ilustrasi Okezone

SURABAYA - Pilkada di Surabaya menjadi pertaruhan suksesnya pesta demokrasi di tengah pandemi COVID-19. Di tengah ancaman tingginya golput, penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan menjadi kunci pada pemilihan yang akan digelar Rabu, (9/12/2020) besok.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya melakukan persiapan yang ketat untuk bisa menerapkan prokes di semua TPS. Setidaknya ada 5.184 TPS yang tersebar di berbagai wilayah dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai lebih dari dua juta jiwa.

(Baca juga: Panwas Pergoki Tim Pemenangan Paslon Bupati Bawa Sekarung Masker dan Amplop)

Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsi menuturkan, semua persiapan sudah dilakukan, termasuk prokes di tiap TPS. Semua TPS sudah menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun. Termasuk juga hand sanitizer di beberapa meja.

“Untuk pemilih yang mau mencoblos kami juga menyiapkan sarung tangan plastik. Ada juga sarung tangan medis untuk petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS),” kata Nur Syamsi.

Ia melanjutkan, untuk bisa masuk ke TPS wajib mengunakan masker. Pihaknya juga menyediakan masker kepada seluruh pemilih dan penyelenggara. Ada juga penutup wajah (face shield) bagi semua penyelenggara.

Sebelum masuk ke TPS, katanya, ada petugas yang melakukan pengecekan suhu tubuh kepada semua pemilih. Jika ada pemilih yang suhu tubuh di atas suhu 37,3 derajat celecius dan penyediaan ruang khusus bagi pemilih yang suhu tubuh di atas suhu 37,3 derajat celcius. Pemilih itu nantinya diantar petugas dengan mengunakan baju hazmat atau alat pelindung diri (APD).

Sebelumnya, penyemprotan desinfektan secara berkala juga dilakukan di semua TPS. Setelah selesai mencoblos, pihaknya juga menyediakan tinta tetes untuk pemilih. Biar mereka tidak mencelupkan jarinya ke tinta seperti coblosan seperti.

(Baca juga:  Gerindra Minta Jatah Wakil, Syarat Dukung Bobby Nasution di Pilkada Medan)

“Petugas KPPS meneteskan tintan. Biar tidak terjadi penggunaan tinta yang sama untuk orang yang berbeda,” jelasnya.

Untuk alat tulis, katanya, pemilih diharapkan membawa alat tulis sendiri dari rumah untuk mengisi daftar hadir. Kalaupun tidak menyiapkan, petugas KPPS tetap menyediakan serta langsung disemprot dengan hand sanitizer ketika selesai dipakai.

Kerumunan juga dicegah dengan cara surat undangan pada pemilih disertakan jawal kedatangan ke TPS. Sehingga TPS tidak dibanjiri para pemilih. Posisi kursi yang ada di TPS juga dibuat berjarak sesuai dengan prokes.

(don)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini