Gunakan Anak 6 Tahun untuk Mencuri Jam Tangan Mewah Rp1,3 M, Orangtua Ini Dipenjara 26 Bulan

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 16 Desember 2020 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 18 2328586 gunakan-anak-6-tahun-untuk-mencuri-jam-tangan-mewah-rp1-3-m-orangtua-ini-dipenjara-26-bulan-UIxSJ9RpFE.jpg Foto: Central News

RumaniaPasangan suami istri asal Rumania yang mengarahkan putra mereka yang berusia enam tahun untuk membantu mencuri jam tangan mewah seharga 67.400 poundsterling (Rp1,3 miliar) dari Harrods, dipenjara selama 26 bulan.

Ilie Para dan Marta Para-Bloj, keduanya berusia 33 tahun, diketahui mengecek pengecer mewah Knightsbridge beberapa hari sebelum pencurian. Keduanya juga telah memfoto jam tangan emas mawar Audemars Piguet Royal Offshore Oak 18 karat.

Keduanya pun kembali ke Harrods bersama putra mereka yang berusia enam tahun untuk melakukan pencurian pada 19 September lalu.

Ketika asisten penjualan mengembalikannya jam tangan itu ke lemari, mereka telah menukarnya dengan replika yang disembunyikan di tudung putranya.

Polisi pun bisa menangkap mereka saat sedang mereka berada di mobil Audi hitam di pelabuhan Denver beberapa hari kemudian.

Hal ini terungkap di pengadilan Southwark Crown Court. Para dipenjara selama 18 bulan, sedangkan istrinya Para-Bloj dijatuhi hukuman delapan bulan penjara.

Hakim Michael Grieve, QC, mengatakan jika keduanya telah membesarkan anak mereka untuk membantu mereka melakukan pencurian.

(Baca juga: Sadis, Model Instagram Bunuh Ibu Kandung, Cungkil Jantung dan Organ Lainnya saat Ibunya Sekarat)

“Anda mengambil bagian dalam apa yang dengan tepat digambarkan sebagai rencana yang canggih, terencana dengan baik, dan berani untuk mencuri jam tangan mahal dengan menggunakan anak Anda yang berusia enam tahun sebagai bagian penting dalam pelaksanaannya,” terang Hakim, dikutip Daily Mail.

Jaksa Penuntut Dominic Hockley mengatakan pasangan itu berada di Harrods lima hari sebelum pencurian untuk melakukan misi pengintaian, mencoba dan memotret berbagai arloji.

“Ketika mereka menemukan jam tangan yang mereka minati, mereka mengambil foto, tidak diragukan lagi bermaksud untuk mendapatkan replika yang realistis,” terangnya.

“Kami mengatakan ini telah menunjukkan perencanaan dan kecanggihan,” jelasnya.

Pasangan itu kembali ke toko beberapa hari kemudian dengan membawa anak mereka yang masih kecil. Keduanya meminta pelayan memberikan jam tangan yang mereka incar, sembari beralasan akan membeli jam tangan itu untuk ayah sang sang wanita, Para-Bloj.

“Salah satu jam tangan itu adalah kronograf pemuntir otomatis Royal Oak lepas pantai 18 karat mawar emas senilai 67.400 poundsterling (Rp1,3 miliar),” terang jaksa.

“Pasangan itu mengatakan mereka tidak menyukai jam tangan lain, mereka ingin Royal Oak,” ungkapnya.

“Ketika asisten penjualan mengambil jam tangan lain dan meletakkannya kembali di tumpukan, Para melepas jam tangan asli yang telah dia coba dan menukarnya dengan jam tangan palsu yang disembunyikan di tudung mantel anaknya,” ujarnya.

“Dia segera meletakkan arloji palsu di baki pajangan,” jelasnya.

“Para-Bloj memindahkan arloji yang dipajang di sekitar untuk memberi kesan bahwa mereka masih melihat arloji,” terangnya.

Saat ditanya pelayan toko, mereka mengatakan masih membutuhkan waktu untuk memutuskan akan membeli atau tidak. Keduanya pun gelisah saat dimintai detail kontak mereka.

Asisten penjualan tidak menyadari “penukaran” jam tangan yang dilakukan tersangka. Namun keesokan harinya seorang rekan kerja melihat tombol jam berbeda dan nomor serinya tidak ada.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini