BNNP Jateng Tangkap Oknum Polisi Pengedar Narkoba

Wisnu Wardhana, iNews · Kamis 17 Desember 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 512 2329488 bnnp-jateng-tangkap-oknum-polisi-pengedar-narkoba-OoYIbFgOfu.jpg Aparan BNNP Jateng tangkap oknum polisi pengedar narkoba. (Foto: tangkapan layar)

SEMARANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah (Jateng) mengungkap jaringan narkoba lintas provinsi yang melibatkan oknum anggota polisi sebagai pengedarnya. Dari kasus ini BNNP Jateng mengamankan tiga orang tersangka dan menyita 500 gram narkoba jenis sabu-sabu siap edar.

(Baca juga: Ketika Sindikat Narkoba Beraksi Manfaatkan Boneka Beruang)

Tersangka masing-masing berinisial HS, warga Cengkareng, Jakarta Barat, HCA, warga Sukoharjo dan DWS, seorang oknum anggota polisi Polres Wonosobo yang berdomisili di Sukoharjo, Jateng. Pengungkapan kasus ini berawal dari ditangkapnya tersangka kurir narkoba berinisial HS pada awal Desember 2020.

Kepala BNNP Jateng, Brigadir Jenderal Polisi, Benny Gunawan mengungkapkan adanya keterlibatan oknum polisi. “Ada anggota polisi yang menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu,” ungkapnya, Kamis (17/12/2020).

Ini terungkap saat tersangka mengantar paket sabu dari Jakarta ke Surakarta. Dari pengembangan kasus tersebut akhirnya pihak BNNP berhasil menangkap tersangka DWS dan HCA yang berperan sebagai pengedar narkoba di wilayah Solo Raya.

Dari kasus ini pihak BNNP Jateng menyita barang bukti sejumlah paket narkoba jenis sabu siap edar dengan total 500 gram. Atas kasus ini para tersangka dijerat dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun penjara. Sementara oknum anggota polri yang terlibat juga terancam pemecatan.

(Baca juga: Bantu Bisnis Narkoba dari Lapas, 1 Keluarga Ditangkap)

Selain sabu-sabu, BNNP juga mengungkap peredaran narkoba jenis ganja yang dikirim dari Pekanbaru menuju Kendal Jateng melalui jasa pengiriman barang. Namun sampai batas waktu tertentu paket ganja seberat dua kilogram tersebut tidak diambil oleh pemiliknya dan kemudian dilakukan penyitaan oleh pihak BNNP Jateng.

BNNP jateng menyebutkan bahwa wilayah Jateng merupakan pangsa pasar narkoba. Berdasarkan data BNNP Jateng, selama kurun waktu tahun 2020 BNNP telah mengungkap kasus tindak pidana narkoba sebanyak 21 kasus dengan 40 orang tersangka.

(don)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini