BNNP Jateng Ungkap Pengedar Simpan Uang Hasil Narkoba di KUD

Taufik Budi, iNews.id · Selasa 18 Februari 2020 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 18 512 2170462 bnnp-jateng-ungkap-pengedar-simpan-uang-hasil-narkoba-di-kud-0UQ7Cr6xdh.jpg BNNP Jateng ungkap pengedar simpan hasil narkoba di KUD. (Foto : iNews TV/Taufik Budi)

SEMARANG – Sindikat pengedar narkotika kian melebarkan sayapnya hingga pedesaan agar tak terdeteksi aparat penegak hukum. Mereka mengecoh petugas dengan menyimpan uang hasil kejahatan di Koperasi Unit Desa (KUD).

Dalam pengungkapan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika itu, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, menangkap empat pelaku. Mereka adalah Muzaidin (43), warga Binaan LP Kedungpane Semarang; AM (30) dan MH (29) keduanya warga Jepara Jateng, dan MDAM (23) warga Sleman, DIY.

"Ini merupakan suatu modus operandi yang betul-betul rapi karena penyimpanan uang yaitu melalui Koperasi Unit Desa. Yang mana KUD ini pengawasannya bukan pantauan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," kata Kepala BNNP Jateng Brigjen Benny Gunawan, Selasa (18/2/2020).

Dengan menyembunyikan uang hasil kejahatan narkotika di KUD, tak hanya bebas dari pantauan OJK, tetapi juga luput dari pengawasan Bank Indonesia (BI). Untuk itu, BNNP Jateng mengimbau ada pemantauan khusus di lembaga keuangan setingkat KUD.

Pengedar simpan hasil narkoba di KUD. (Foto : Taufik Budi)

"Barangkali ini menjadi suatu pengalaman yang baik, masukan yang baik untuk OJK. Untuk menyiasatinya jangan sampai hal yang berikutnya terjadi lagi," tuturnya.

Selain mengamankan empat tesangka, petugas menyita sejumlah barang bukti TPPU. Di antaranya berupa uang tabungan di KUD sebesar ratusan juta rupiah dan tabungan di beberapa bank swasta nasional. Selain itu juga terdapat satu unit mobil dan dua sepeda motor, dengan total aset yang disita lebih dari Rp1 miliar.


Baca Juga : Hasil Tangkapan Awal Tahun, Polda Jambi Musnahkan 15,5 Kg Sabu & 29 Kg Ganja

Selanjutnya para tersangka dibawa ke kantor BNNP Jateng guna pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijerat sangkaan Primer Pasal 3 jo Pasal 10, subsider Pasal 4 jo Pasal 10, lebih subsider Pasal 5 ayat (1) jo Pasal 10 Undang-Undang R1 Nomor 8 Tahun 2010, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 137 huruf a, b Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.


Baca Juga : Selundupkan Narkoba ke Lapas Banceuy, Oknum Petugas Kebersihan Ditangkap

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini