Setelah Ditemukan Kasus Varian Covid-10 Baru di Inggris, Jepang Larang Semua WNA Masuk

Susi Susanti, Koran SI · Senin 28 Desember 2020 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 18 2335002 setelah-ditemukan-kasus-varian-covid-10-baru-di-inggris-jepang-larang-semua-wna-masuk-sIXsjynoig.jpg Foto: CNN

JEPANG - Jepang akan melarang warga negara asing (WNA) memasuki negara itu mulai Senin (28/12)  hingga akhir Januari. Hal ini dilakukan setelah beberapa kasus varian baru Covid-19 tercatat di negara itu.

Melalui pernyataan yag dikeluarkan pada Sabtu (26/12), kementerian luar negeri Jepang mengatakan warga negara Jepang dan penduduk asing masih bisa masuk. Namun mereka diharuskan melakukan karantina sendiri selama 14 hari.

Langkah itu dilakukan setelah pemerintah metropolitan Tokyo pada Sabtu mengonfirmasi dua kasus baru varian Covid-19 yang melibatkan orang-orang yang baru kembali dari Inggris.

Dua kasus baru itu adalah yang pertama ditemukan di luar karantina bandara di negara itu.

Dikutip CNN, pada Jumat (25/12), lima pelancong lain dari Inggris terdeteksi dengan varian tersebut di bandara internasional Jepang.

Varian virus corona baru dikatakan berasal dari Inggris dan berpotensi lebih menular. Sejak ditemukan, lebih dari 40 negara telah membatasi perjalanan dari Inggris, dan dalam beberapa kasus, perjalanan dari negara lain yang telah mendokumentasikan kasus dengan varian tersebut.

(Baca juga: Jurnalis yang Melaporkan Puncak Wabah Virus Covid-19 di Wuhan Dipenjara 4 Tahun)

Amerika Serikat (AS) pun memberlakukan hal yang sama. Mulai Senin (28/12), AS akan mewajibkan semua pelancong dari Inggris untuk menyertakan tes Covid-19 negatif dalam waktu 72 jam setelah naik pesawat ke AS. Penumpang juga akan diminta untuk memberikan dokumentasi hasil laboratorium mereka.

Pembatasan dengan berbagai tingkatan juga telah diumumkan oleh negara-negara seperti Denmark, Ekuador, Yunani, Portugal, Spanyol dan Ukraina.

Sedangkan negara lain melarang perjalanan atau menangguhkan penerbangan dari Inggris. Seperti Argentina, Belgia, Brasil, Kanada, Cina, Kolombia, Jerman, India, Italia, Belanda, Rusia, dan Spanyol.

Sementara itu, negara lainnya telah memperpanjang larangan atau pembatasan perjalanan ke negara lain di mana varian telah terdeteksi. Seperti Denmark, Belanda, dan Australia.

Menurut Maria van Kerkhove dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejumlah negara juga memberlakukan pembatasan perjalanan dari Afrika Selatan (Afsel), setelah varian berbeda telah dilaporkan ditemukan di sana.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini