Sakit Hati, Pasutri Kompak Rampok Majikan dan Nyaris Membunuhnya

Adi Palapa Harahap, iNews · Selasa 29 Desember 2020 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 608 2335444 sakit-hati-pasutri-kompak-rampok-majikan-dan-nyaris-membunuhnya-GtwHTrZFGN.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MEDAN - Sepasang suami istri di kota Medan, Sumatera Utara ditangkap petugas Satreskrim Polrestabes Medan karena terlibat dalam kasus perampokan yang disertai dengan percobaan pembunuhan terhadap majikannya. Ironisnya, pelaku nekat melakukan aksi kejahatan ini hanya karena sakit hati terhadap korban.

Suwendi dan Tiara Syah Putri harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah terlibat dalam perampokan uang senilai lebih dari Rp10 juta, yang disertai dengan percobaan pembunuhan terhadap dua majikannya, yakni Po Khin Shin dan Po King Liang, yang terjadi di Jalan Gatot Subroto Medan beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Pengusaha Telur Dirampok, Uang Rp14 Juta Raib 

Pasutri ini mengaku nekat melakukan aksi kejahatan terhadap majikannya, hanya karena sakit hati dan kerap mendapat perlakuan yang menurutnya tidak pantas.

Pelaku sendiri nyaris membunuh kedua korban setelah memukulkan sebuah besi ke bagian kepala korban yang menyebabkan korban hingga saat ini harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Aksi pelaku pun sempat terekam CCTV, pelaku yang sudah menghabiskan korban hingga pingsan dengan luasanya pelaku geledah ruang kantor korban, berbekal rekaman cctv tim khusus Jantaras Polrestabes Medan berhasil menangkap pelaku di Jalan Gatot Subroto.

Dari hasil penangkapan polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti perhiasan emas, uang, sepotong septong besi dan sepeda motor.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Perampok Emas Batangan di Cengkareng 

Kapolrestabes Medan Komisaris Besar Polisi Riko Sunarko menyebut, saat peristiwa perampokan dan percobaan pembunuhan terjadi, pelaku pria yang beraksi seorang diri, sedangkan pelaku wanita yang merupakan istri dari pelaku utama berperan sebagai penerima hasil kejahatan pelaku utama.

Dalam kasus ini, pasutri ini kini terancam akan dipenjara selama 12 tahun karena dijerat dengan Pasal 365 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana tentang pencurian yang disertai dengan tindak kekerasan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini