Panik melihat kondisi korban dengan darah segar berceceran di dalam rumah dan sudah menggenang di saluran air, Santi akhirnya memanggil penghuni kontrakan lain, yakni Aris Surandar yang menyantap makan siang.
"Saya bingung, dan panik. Tidak tahu harus memanggil siapa. Akhirnya saya saya panggil Bapak Aris, penghuni kontrakan No 08 yang sedang asyik makan siang," ungkap Santi.
Saat itu, korban masih hidup dan tubuhnya sudah mulai kejang-kejang. Santi dan Aris pun tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka lalu melaporkan peristiwa ini kepada pengurus RT/RW sekitar, dan akhirnya ke polisi.
Tidak lama berselang, polisi tiba di lokasi dan langsung mengamankan lokasi kejadian. Sejumlah saksi pun telah dimintai keterangan dan jenazah korban langsung dievakuasi.
Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, dari lokasi kejadian pihaknya menemukan botol infus, jarum dan selang infusan yang masih menempel di bawah leher sisi kanan korban.