Sambut Kepulangan Ba'asyir, Penyekatan Dilakukan di 25 Titik Menuju Ponpes Ngruki

Bramantyo, Okezone · Kamis 07 Januari 2021 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 512 2340749 sambut-kepulangan-ba-asyir-penyekatan-dilakukan-di-25-titik-menuju-ponpes-ngruki-Vih2vXoWYt.jpg Abu Bakar Ba'asyir (Foto: Antara)

SUKOHARJO - Jelang kebebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir, Pemkab Sukoharjo menginisiasi menggelar rapat koordinasi. Rapat koordinasi digelar secara tertutup dipimpin langsung Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya diikuti dari berbagai unsur. Mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan serta perwakilan Ponpes Al-Mukmin, Ngruki.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, dari pihak Ponpes menyepakati tidak ada penyambutan secara berlebihan kepulangan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir.

Baca Juga:  Pasca-Bebas, Keluarga Abu Bakar Baasyir Akan Batasi Kunjungan Simpatisan 

Bahkan, pihak Ponpes, ungkap Yugo, menyepakati tidak akan melibatkan para santri untuk menyambut kepulangan sesepuh mereka. Ba'asyir bebas besok, Jumat 8 Januari 2021.

"Intinya, pihak Ponpes bersepakat tidak ada kerumunan saat kepulangan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir,"papar Yugo usai Rakor di kantor Dinas Bupati Sukoharjo.

Menurut Yugo, tidak ada penjagaan ketat apapun saat kepulangan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir ke Ponpes. Penjagaan diserahkan langsung oleh pihak Ponpes. Di mana nantinya, pihak Ponpes akan melakukan pengamanan secara swakarsa dengan melakukan penyekatan di 25 titik.

Penyekatan yang dilakukan oleh pihak Ponpes ini untuk mengantisipasi kedatangan pendukung Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dari luar kota.

"Pihak Ponpes yang akan melakukan penjagaan secara swakarsa. Di mana ada 25 titik penyekatan yang akan dilakukan. Jadi jarak 1 kilometer, sudah diamankan, untuk mencegah kerumunan," jelasnya.

Baca Juga:  Pasca-Bebas, Keluarga Abu Bakar Baasyir Akan Batasi Kunjungan Simpatisan 

Meski pihak Ponpes telah menyepakati tidak ada acara penyambutan kepulangan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, namun pihaknya tetap akan melakukan pemantauan.

Pemantauan ini ditujukan untuk mengantisipasi adannya kerumunan. Sehingga untuk mengantisipasi maka dalam rakor disepakati, Satgas Covid sebagai garda terdepan dalam menggelar operasi Yustisi.

"Kita kedepatan Satgas Covid. Dan operasi Yustisi nanti di belakangnya. Mereka diimbau untuk tidak ada kerumunan untuk bisa membubatkan diri," terangnya.

Namun, bila sudah diingatkan untuk tidak berkerumun namun diindahkan, barulah pihaknya menindak secara aturan berlaku. "Jumlah berkumpul maksimal 30 dan juga Perda Nomor 10. Bila ada sesuatu hal yang timbul maka kita aturkan sesuatu yaitu UU karantina, kesehatan. Tapi kalau melawan, maka akan kami tegakan melalui Pasal 216 dan 218 KUHP," terangnya.

Sementara Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya meminta agar pihak Ponpes menyepakati hasil rakor. Apalagi, Kabupaten Sukoharjo sendiri masih berada di zona merah Covid. Sehingga pihaknya meminta tak ada kerumunan saat kedatangan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir.

"Sukoharjo masih berada di zona merah Covid-19. Kami dan pihak Ponpes menyepakati, untuk tidak menghadirkan simpatisan," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini