533 Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Nunukan

Tim Okezone, Okezone · Selasa 19 Januari 2021 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 340 2347034 533-rumah-terendam-banjir-di-kabupaten-nunukan-w6E65jUFAv.jpg Banjir di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Foto: BNPB)

JAKARTA - Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan luapan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Sembakung pada Jumat 8 Januari dengan ketinggian permukaan air mencapai 100 sentimeter. Ratusan rumah terendam banjir

Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan beberapa lokasi terdampak banjir di Kalimantan Utara, antara lain Kecamatan Sembakung, Desa Atap, Desa B. Bagu, Desa Labuk, Desa Pagar, Desa Tujung, Desa M. Bungkul, Desa Lubukan, Desa Tagul, Desa Pelaju, dan Desa Tepian. Hal ini berdasarkan data yang dihimpun pada Selasa 19 Januari 2021 pukul 11.10 WIB. 

"Tercatat kerugian materil antara lain 533 unit rumah terendam, 1 unit masjid terendam, 1 unit posyandu terendam, 1 unit pustu terendam, 115 hektar lahan sawah terendam, 2 hektar lahan kebun terendam yang berdampak pada 2.752 jiwa," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Selasa (19/1/2021).

Baca Juga: Setelah Dikunjungi Presiden Jokowi, Penyebab Banjir Kalimantan Selatan Diperdebatkan Warganet 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan menginformasikan bahwa saat ini sedang melakukan pendataan sekaligus mempersiapkan sarana dan prasana pengungsian seperti dapur umum untuk para pengungsi.

Selain itu, sambung Raditya, BPBD Kabupaten Nunukan juga memantau kondisi terkini banjir sudah mulai berangsur surut, namun apabila terjadi hujan kembali debit air berpotensi akan kembali naik. Oleh karena itu, BPBD juga melakukan evakuasi warga terdampak banjir dan memberikan imbauan agar warga lebih waspada akan potensi kenaikan debit air sungai yang setiap waktu bisa terjadi.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Nunukan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, ditengah musim hujan yang akan terjadi hingga Februari 2021.

"Masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG serta memeriksa potensi bencana di sekitar wilayah melalui InaRisk," katanya.

Baca Juga: Sudah 2 Hari Ribuan Rumah di Cirebon Kebanjiran

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini