Status Tanggap Darurat Banjir di Cirebon Ditetapkan Selama 14 Hari

Fathnur Rohman, Okezone · Selasa 19 Januari 2021 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 525 2347259 status-tanggap-darurat-banjir-di-cirebon-ditetapkan-selama-14-hari-FanzqQ2roz.jpg Banjir Cirebon (Foto: Fathnur Rohman)

CIREBON - Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menetapkan status tanggap darurat untuk peristiwa banjir yang melanda tujuh kecamatan, di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ia mengeluarkan keputusan tersebut melalui Surat Pernyataan Tanggap Darurat Bencana Nomor: 360/96/BPBD.

Dalam surat itu, Imron menetapkan status keadaan darurat di Kabupaten Cirebon selama 14 hari, terhitung mulai dari tanggal 17 Januari sampai 30 Januari 2021.

Baca Juga:  Banjir Bandang di Gunung Mas, Bupati Bogor: Saya Minta Tim Bekerja Cepat

Dia juga menyebutkan, ada sebanyak tujuh kecamatan di Kabupaten Cirebon yang terdampak banjir. Tujuh kecamatan ini di antaranya adalah Kecamatan Plered, Kecamatan Klangenan, Kecamatan Tengah Tani, Kecamatan Suranenggala, Kecamatan Susukan, Kecamatan Panguragan, dan Kecamatan Gunungjati.

"Telah terjadi bencana banjir di Kabupaten Cirebon pada hari Minggu 17 Januari 2021 dengan cakupan lokasi terlampir. Untuk melaksanakan Pasal 21 Ayat (1) huruf b, Pasal 23 Ayat (2) Peraturan Pemerintah RI Nomor 21/2008 tentang penyelanggaran penaggulangan bencana, Bupati Cirebon menetapkan status tanggap darurat bencana," kata Imron dalam keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, Selasa (19/1/2021) sore.

Sementara itu, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BPBD Kabupaten Cirebon, sedikitnya ada 6.752 unit rumah di tujuh kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang terendam banjir. Sedangkan, untuk jumlah masyarakat yang terdampak banjir mencapai 28.683 jiwa. Serta, jumalh warga yang sempat diungsikan sekitar 114 jiwa.

Sebelumnya, pada Selasa 19 Januari 2021 pagi, banjir masih merendam sejumlah titik di Kabupaten Cirebon. Seperti di Desa Suranenggala Kulon misalnya.

Camat Kecamatan Suranenggala, Indra Fitriani menyebutkan, banjir yang terjadi di Desa Suranenggala Kulon disebabkan oleh luapan air Sungai Winong. Ia menyempaikan, ketinggian air di desa itu berkisar antara 20 cm sampai 70 cm. "Ketinggian variasi, hingga 75 sentimeter lebih. Sudah ada beberapa wilayah yang mulai surut," ujar Indra.

Sebelumnnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan menjelaskan ada sebanyak tujuh kecamatan di Cirebon yang terdampak banjir. Banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi Kabupaten Cirebon, sehingga mengakibatkan sejumlah sungai meluap.

Baca Juga:  Cerita Warga saat Detik Menegangkan Banjir Bandang Terjang Gunung Mas Bogor

Menurut Alex, awalnya ada empat kecamatan yang terdampak banjir. Namun, jumlahnya bertambah menjadi tujuh kecamatan.

"Sejumlah sungai meluap akibat curah hujan tinggi. Awalnya ada empat kecamatan. Sekarang tambah jadi tujuh kecamatan," kata Alex.

Lebih lanjut Alex menyampaikan, Kecamatan Susukan dan Kecamatan Panguragan menjadi daerah terparah yang terdampak banjir. Ia menyebut, ketinggian air di wilayah tersebut sempat menyentuh satu meter lebih.

"Kalau ketinggian ada yang mencapai 120 sentimeter. Daya surutnya memang kurang di dua kecamatan itu," ucap dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini