Kondisi Mamuju dan Majene Berangsur Pulih, Polisi Bersenjata Lengkap Siaga Penuh

Fahmi Firdaus , Okezone · Kamis 21 Januari 2021 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 340 2348571 kondisi-mamuju-dan-majene-berangsur-pulih-polisi-bersenjata-lengkap-siaga-penuh-0rIHJPzlN6.jpg Foto: BNPB

JAKARTA - Kondisi Kabupaten Mamuju dan Majane sudah berangsur pulih dari hari-hari sebelumnya pascagempa yang mengguncang Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) berkekuatan M6,2 pada 15 Januari 2021 lalu.

(Baca juga: Aksi Kekerasan Secara Brutal Terjadi di Dekat Gedung KPK)

Demikian diutarakan Kasrem Kolonel Yusuf Sampetoding yang juga mewakili Danrem 147 sebagai Komandan Satgas (Dansatgas) Penanggulangan Bencana.

"Berdasarkan dengan pendataan yang sudah dibuat oleh Dansatgas, beberapa fasilitas publik yang ada sudah mulai berfungsi kembali, keadaan sudah mulai berangsur membaik," ujar Yusuf dalam Konferensi Pers Penanganan Bencana Pasca Gempa M6,2 Sulawesi Barat.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, kata dia, sejumlah toko sudah kembali dibuka dan mendapatkan penjagaan kepolisian.

(Baca juga: Listyo Sigit Hapus Tilang di Jalan, Motor Bodong dan Tidak Ada SIM Bagaimana?)

"Beberapa toko sudah kembali buka dengan pengawasan ketat kepolisian. Kami berharap perekonomian di Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Mamuju maupun Majene bisa berangsur pulih, sehingga mayarakat bisa hidup dengan normal kembali," ujarnya.

Berdasarkan data yang diperoleh hari Rabu (20/1), Dansatgas memperoleh 318 titik pengungsian, di mana 299 berada di Kabupaten Mamuju dan 17 titik di Kabupaten Majene.

"Kami memperoleh data berupa 318 titik pengungsian, di mana 299 berada di Mamuju dan 17 titik di Majene. Untuk di Mamuju masih terus berlangsung pendataannya, sedangkan di Majene sudah lengkap semua," jelas Yusuf.

"Harapan kita mudah-mudahan dalam waktu dekat semuanya bisa terdata," lanjutnya.

Personil yang dikerahkan dalam penanganan bencana gempabumi di Sulawesi Barat, antara lain personil TNI berjumlah 1561 orang, Polri 744 orang, bahasa anak 100 orang, BPBD 100 orang, serta relawan kurang lebih 850 orang. Pendistribusian bantuan juga terus mengalir di beberapa instalasi penampungan yang di kirim melalui pesawat udara, perjalanan darat maupun kapal laut.

Selain itu Dansatgas juga mendapat bantuan berupa alat berat yang sudah tersebar di semua titik kerusakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan pembersihan di sekitar runtuhan bangunan. Yusuf berharap dalam waktu dekat reruntuhan bisa bersih seluruhnya.

"Dengan adanya dukungan bantuan alat berat, kami berharap dalam waktu tidak lama lagi reruntuhan bisa bersih seluruhnya sehingga masyarakat dapat segera kembali beraktivitas normal," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini