Gempa M 7,1 di Sulut Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Filipina

Tim Okezone, Okezone · Kamis 21 Januari 2021 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 340 2348669 gempa-m-7-1-di-sulut-akibat-aktivitas-subduksi-lempeng-filipina-LdATvuehbR.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menjelaskan, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 di Melonguane, Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) disebabkan aktivitas subduksi lempeng Filipina. 

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,94 LU dan 127,44 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Timur Laut Kota Melonguane pada kedalaman 119 km.

Prayitno menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Filipina.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault )," ujar Prayitno.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Melonguane, Tahuna, Ondong IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) , Manado, Bitung III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Galela , Gorontalo, Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Bolaang Uki II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), Ternate, Sofifi, Halmahera Tengah I-II MMI (Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang).

Baca juga: Gempa M7,1 Guncang Sulut, BMKG: Hindari Bangunan yang Retak!

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

BMKG merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," tulis BMKG.

Kemudian, pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi baik di Instagram, Twitter @infoBMKG, website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini