12 Pesawat Tempur China Masuki Zona Pertahanan Taiwan

Agregasi VOA, · Minggu 24 Januari 2021 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 24 18 2349821 12-pesawat-tempur-china-masuki-zona-pertahanan-taiwan-UUeJ9dip05.jpg Jet F-16 Taiwan membayangi pesawat pengebom China, foto diambil pada 11 Mei 2018. (Foto: Kementerian Pertahanan Taiwan)

TAIPEI - Taiwan: Pesawat Tempur China Masuki Zona Pertahanan Taiwan. Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa delapan pesawat pengebom dan empat jet tempur China memasuki zona pertahanan udara Taiwan pada Sabtu (23/1/2021). Angkatan Udara Taiwan kemudian meresponsnya dengan mengerahkan misil untuk memonitornya.

Mengutip pemberitaan Reuters, China yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, telah melakukan penerbangan hampir setiap hari di atas perairan antara sebelah selatan Taiwan dan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan di Laut Cina Selatan dalam beberapa bulan belakangan.

BACA JUGA: Berkantor di Ruang Oval, Biden Rombak Semua Dekorasi Peninggalan Trump

Namun, penerbangan itu biasanya melibatkan satu atau dua pesawat pengintai.

Kehadiran begitu banyak pesawat tempur China dalam misi ini merupakan hal yang tidak biasa. Taiwan mengatakan ada delapan pesawat pengebom H-6K dan empat jet tempur J-16.

Peta yang diberikan oleh Kementerian Pertahanan Taiwan memperlihatkan bahwa pesawat China itu terbang di atas perairan yang sama di mana misi-misi China terbaru terjadi di dekat Kepulauan Pratas, meskipun masih jauh dari daratan Taiwan. Di antara pesawat itu termasuk sebuah pesawat anti-kapal selam Y-8.

BACA JUGA: 18 Pesawat China Satroni Langit Taiwan di Tengah Kunjungan Wamenlu AS

Kementerian Pertahanan mengatakan Angkatan Udara Taiwan memperingatkan pesawat China agar menjauh, kemudian mengerahkan misil untuk memonitornya.

"Serangan pertahanan udara telah diperintahkan, peringatan radio dikeluarkan dan sistem misil pertahanan udara dikerahkan untuk memonitor aktivitas itu," katanya dalam pernyataan.

Belum ada komentar dari China. Pada masa lalu, China pernah mengatakan negaranya melakukan latihan untuk membela kedaulatan dan keamanan negaranya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini