Gus Jazil yang sejak kecil aktif di keorganisasian NU mengaku tidak pernah melihat atau mengetahui bahwa Abu Janda adalah aktivis NU. "Saya juga kader NU sejak kecil. Saya aktif di PMII, juga di GP Ansor. Mungkin kalau dari sisi umur, seandainya dia aktif di Ansor, dia di bawah saya. Tapi saya juga tidak penah melihat ada dia. Cuma kalau orang mengaku NU itu biasa, atau mungkin Abu Janda punya tanda pengenal NU, saya tidak tahu," kata mantan Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Cabang Jakarta Selatan ini.
Menurutnya, NU memang terbuka dan tidak membatasi siapapun untuk menjadi anggotanya. "Cuma kalau dia menyampaikan sesuatu, menyampaikan ujaran yang tidak selaras dengan NU, ya pasti NU akan bilang itu bertentangan dengan NU. Kalau soal status keanggotaan ya nanti dilihat saja, seniornya dia itu siapa sih? NU dimana? Kita ini kan senior. Kalau kita nggak tahu, ya bisa jadi NU-nya baru," katanya.
Baca Juga: Masyarakat di Mana-mana Teriak Tangkap Abu Janda, MUI: Ujian Keseriusan Kapolri
Namun, Gus Jazil menegaskan bahwa proses hukum terhadap Abu Janda yang dilaporkan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) atas pernyatannya yang menyebut Islam sebagai agama, harus tetap dilanjutkan.
"Biarkan proses hukum jalan. Kalau dia NU, ya tunjukkan keanggotannya. Kalaupun dia NU, ya NU tidak akan melindungi (terhadap proses hukum yang dijalani Abu Janda)," katanya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.