PADA tahun 1896 G. Francis menerbitkan novel yang diberi judul Tjerita Njai Dasima. Lie Kim Hok dan O.S Tjiang pernah menyadur cerita Nyai Dasima ini dalam bentuk syair.
Menurut Claudine Salmon, kedua penulis itu menyadur dari karya G. Francis. A. Th. Mausamana membuat Nyai Dasima dalam bahasa Belanda pada tahun 1926.
Cerita ini muncul sebagai bacaan anak – anak dalam Cerita Betawi (Ali, 1995). Tahun 165 S.M. Ardan pernah mengarang Njai Dasima dalam bentuk naskah drama.
Berikut cuplikan kisah Nyai Dasima, cerita ini diambil dari sebuah buku karangan G. Francis (Gijsbert Francis)yang terbit pada tahun 1896, ditulis berdasarkan kisah nyata kehidupan seorang istri simpanan yang bernama Dasima, gadis dusun Kuripan, Bogor.
Tjurug, Tanggerang 1813 Njai Dasima, seorang warga Kuripan, Jawa Barat menjadi gundik tuan tanah bernama Edward W yang berkebangsaan Inggris. Toean Edward terpikat padanya karena ia cantik, pandai menjahit dan memasak. Dari hubungan mereka lahirlah seorang bayi perempuan yang diberi nama, Nanci.