Tebing 8 Meter Longsor di Pasirkareumbi Subang, Seorang Warga Terluka Parah

INews.id, · Minggu 07 Februari 2021 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 525 2358177 tebing-8-meter-longsor-di-pasirkareumbi-subang-seorang-warga-terluka-parah-LlD31MhQho.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

SUBANG - Tebing setinggi 8 meter longsor di Kampung Cimereta RT 24/ 08, Kelurahan Pasirkareumbi, Kecamatan/Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (7/2/2021). Akibatnya, selain menimbun sebuah rumah dan jalan desa, longsor ini pun menyebakan seorang warga luka-luka.

Salah satu orang penghuni rumah menderita luka cukup serius dan harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSUD Ciereng, Subang. "Korban yang luka adalah seorang ibu-ibu berusia 65 tahun,"kata Kapolsek Subang Kota, Kompol Yayah Rokayah.

Longsor yang terjadi sempat membuat warga panik. Karena bencana alam itu terjadi disaat banyak dari warga yang berdiam di rumah.

Hingga sore, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang bersama aparat TNI/Polri sudah berada di lokasi. Mereka dibantu warga sekitar membersihkan material longsor yang menutup akses jalan. Sebelum dibersihkan jalan yang menghubungkan sedikitnya dua desa di Kecamatan Cijambe menuju pusat kota Subang itu lumpuh toral.

Baca Juga: Tebing Longsor di Lempongsari Semarang, Warga Teriak Allahu Akbar!

Selain longsor, tingginya intensitas hujan juga menyebabkan puluhan rumah terendam banjir di Pantura Subang. Salah satunya di Desa Ciasem Hilir, Kecamatan Ciasem. Sidikitnya ada 50 rumah di desa tersebut yang hingga sore ini dilaporkan terendam, dengan ketinggian air hampir satu meter.

"Banjir akibat Sungai Ciasem dan Sungai Cijengkol meluap. Setiap kali musim hujan, dan hujannya gak berhenti-henti dua sungai itu pasti meluap dan rumah kami pun terendam,"ujar Roni (38) warga setempat yang juga rumahnya ikut terendam banjir.

Menurutnya, intensitas hujan mulai tinggi sejak dua hari terakhir di Subang. Sejak minggu malam air dari sungai yang ada di sekitar tempat tinggalnya itu sudah meluap dan menggenang. "Dan pada hari ini hujan semakin besar hingga akhirnya ketinggian air semakin tinggi, ahirnya merendam rumah penduduk,"ujarnya.

Meki ketinggian air semakin tinggi dan belum ada tanda-tanda akan surut, namun warga yang menjadi korban banjir lebih memilih bertahan tidak meninggalkan rumah mereka.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini