Kisah Inspiratif, Kakek 70 Tahun Ini Rela Seberangi Samudra Atlantik Demi Kumpulkan 19 Miliar

Susi Susanti, Koran SI · Senin 08 Februari 2021 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 18 2358381 kisah-inspiratif-kakek-70-tahun-ini-rela-seberangi-samudra-atlantik-demi-kumpulkan-19-miliar-X3Ruqp47CS.jpg Kakek 70 tahun mendayung seberangi Samudra Atlantik (Foto: PA)

SPANYOLKakek berusia 70 tahun ini menjadi pendayung tunggal tertua yang melintasi Samudra Atlantik sepanjang 3.000 mil.

Frank Rothwell melakukan perjalanan sejauh 3.000 mil dengan kapal bernama "Never Too Old". Frank adalah salah satu dari delapan peserta solo dalam Talisker Whiskey Atlantic Challenge tahunan, yang diikuti hingga 30 perahu.

Dia meninggalkan Pulau Canary La Gomera pada Desember tahun lalu dan mencapai Antigua di Karibia pada Sabtu (6/2).

“Butuh enam minggu yang panjang untuk mendayung setelah 18 bulan pelatihan,” ujarnya, dikutip Mirror.

Dia mengatakan perjalanannya ini sangat luar biasa. Dia berharap bisa mengumpulkan 1 juta poundsterling (Rp19 miliar) untuk penelitian demensia.

Sumbangan yang mengalir tercatat mencapai lebih dari 700.000 poundsterling (Rp13,4 miliar). Namun saat perjalanan, saudara iparnya Roger, 62, meninggal karena Alzheimer.

(Baca juga: Sungguh Mulia, Lelaki Ini Mengajak Tunawisma Tinggal di Halaman Depan Rumahnya)

“Saat mendayung, saya menerima pesan yang menghancurkan hati dari orang-orang yang memiliki pengalaman serupa dengan saya, dengan Roger,” terangnya.

Selama perjalanan ia harus menghadapi gelombang setinggi 1,6 meter persegi. Perahu yang memiliki setengah ton dengan perbekalan dan makanan, sering kali didorong kembali ke tempat ia memulai hari dengan kecepatan angin 25 meter per jam.

“Anda tidak dapat mendayung melawan angin dengan perahu tunggal karena Anda terkadang harus berhenti tidur, dan ketika Anda menghentikannya, Anda akan terjengkal,” terangnya.

(Baca juga: Tidak Terbukti Ampuh, Afsel Hentikan Peluncuran Vaksin Covid-19 AstraZeneca)

Pada suatu saat ia dikelilingi oleh 300 ratus lumba-lumba dan juga diserang oleh ikan terbang kamikaze.

“Mereka terus menabrak atau mendarat di atas kapal. Awalnya saya tidak yakin suara apa yang terjadi di malam hari, tetapi saya akan sering mendengar gema yang keras,” lanjutnya.

Namun tantangan terbesarnya adalah merindukan istrinya yang telah dinikahinya selama 50 tahun, Judith, 71. Sang istri pun hadir di sana saat menyambutnya di Antigua.

“Kami adalah kekasih masa kecil. Dan dia adalah teman terbaik saya,” katanya.

Sementara itu, Yayasan Amal Makanan Islandia telah berjanji untuk menggandakan donasi pertama sebesar 500.000 poundsterling (Rp9,6 miliar).

“Saya telah mengenal Frank selama bertahun-tahun dan melihat dukungan yang diterimanya sungguh luar biasa,” terang Sir Malcolm Walker, pendiri firma tersebut.

Adapun Kepala Eksekutif Alzheimer's Research UK Hilary Evans mengaku sangat tersentuh oleh tekad Frank.

Frank, dari Oldham, yang memiliki perusahaan penyimpanan dan kontainer Manchester Cabins, diketahui telah melakukan operasi lutut pada 2019 dan juga telah sembuh dari kanker prostat.

Pada 2017, petualang tersebut muncul di program survival Channel 4, "The Island with Bear Grylls".

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini