Bohong Pernah Capai Puncak Everest, 2 Pendaki Ini Dilarang Naik Semua Gunung di Nepal

INews.id, · Kamis 11 Februari 2021 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 18 2360327 bohong-pernah-capai-puncak-everest-2-pendaki-ini-dilarang-naik-semua-gunung-di-nepal-oRzyUmuBMF.jpg Ilustrasi orang mendaki Gunung Everest (Foto: HowStuffWorks)

KATHMANDU - Nepal mencabut sertifikat pendakian Gunung Everest kepada dua pendaki asal India yang memalsukan laporan telah mencapai puncak gunung pada 2016. Padahal keduanya belum mendaki puncak gunung tersebut.

Bukan hanya itu, mereka serta kepala tim pendakian saat itu dilarang mendaki semua gunung di Nepal selama 6 tahun.

Narender Singh Yadav dan Seema Rani Goswami membuat keterangan palsu telah mencapai puncak Everest pada musim semi 2016. Departemen Pariwisata Nepal mengesahkan klaim tersebut melalui sertifikat.

Kasus ini terungkap setelah muncul kemarahan di kalangan pendaki India yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ini dipicu setelah Yadav mendapat penghargaan bergengsi Tenzing Norgay Adventure Award pada tahun lalu.

(Baca juga: RUU Siber Buatan Junta Myanmar Diduga Langgar HAM)

Juru bicara Kementerian Pariwisata Nepal Tara Nath Adhikari mengatakan, hasil penyelidikan dengan memintai keterangan pendaki lain yang satu rombongan mengungkap keduanya tidak pernah mencapai puncak.

"Mereka tidak bisa menunjukkan bukti pendakian ke puncak. Mereka bahkan tak bisa mengirim foto yang bisa dipercaya saat berada di puncak," kata Adhikari, dikutip dari AFP, Kamis (11/2).

Selain Yadav dan Goswni, ketua tim pendakian saat itu, Naba Kumar Phukon, juga dilarang mendaki semua gunung Nepal selama 6 tahun, terhitung sejak Mei 2016.

Seven Summit Treks, lembaga yang menangani pendakian mereka, juga kena getahnya yakni didenda 50.000 rupee serta Sherpa yang membantu didenda 10.000 rupee.

(Baca juga: Shock, Pembeli Ini Terkejut Beli Ayam Goreng Bentuk Mr.P)

Mingma Sherpa dari Seven Summit Treks menyatakan, pencabutan dan hukuman ini merupakan keputusan tepat diambil pemerintah Nepal serta menjadi peringatan bagi pendaki lain.

"Saat itu, semua orang mengatakan mereka mencapai puncak jadi kami melaporkannya, namun industri pendakian gunung didasarkan pada kepercayaan dan kita harus mempertahankan itu," bunyi pernyataan.

Yadav, Goswami dan Phukon belum memberikan komentar terkait keputusan Pemerintah Nepal.

Sistem saat ini mengharuskan pendaki yang mencapai puncak Everest menunjukkan foto sebagai bukti untuk mendapatkan sertifikat. Selain itu juga disertai laporan dari kepala tim serta keterangan dari petugas pemerintah yang ditempatkan di base camp.

Pada 2016, pasangan India lainnya dilarang mendaki gunung di Nepal selama 10 tahun setelah memalsukan foto seolah mereka berada di puncak Everest.

Pasangan yang keduanya polisi itu memanipulasi foto yang diambil oleh pendaki India lainnya, Satyarup Siddhanta, di puncak.

Nepal meniliki delapan dari 14 puncak tertinggi di dunia. Pariwisata, termasuk pendakian, merupakan sumber pendapatan utama negara itu.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini