Gegara Cinta Ditolak, Pemuda Ini Lakukan Penistaan Agama di Medsos

Wahyu Rustandi, iNews · Minggu 21 Februari 2021 22:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 608 2365890 gegara-cinta-ditolak-pemuda-ini-lakukan-penistaan-agama-di-medsos-mGpCjTEKE8.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

SERDANG - Berlatar belakang motif asmara karena cintanya di tolak oleh seorang wanita, seorang pemuda asal Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, melakukan penistaan agama dan ujaran kebencian di Media Sosial.

Indra Darma alias Acong (23) ditangkap polisi dirumahnya, guna mencegah aksi masyarakat hendak main hakim sendiri. Dan saat ini tersangka sudah ditahan di Mapolres Serdang Bedagai.

Baca juga: Viral TikTok, Masjid Dibuat Seolah Keluarkan Musik Disko, Pelaku Ditangkap & Minta Maaf

Dalam rekaman video amatir, Minggu (21/2/2021) , terlihat puluhan warga mendatangi rumah tersangka, serta meneriaki tersangka saat akan dibawa petugas kepolisian dari Polres Serdang Bedagai, warga Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai telah melakukan penistaan agama dan ujaran kebencian, di media sosial facebook dengan menggunakan akun samaran (fake) bernama sun go kong.

Baca juga: Indonesia Kecam Penerbitan Ulang Kartun Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo

Menurut Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Robin Simatupang, aksi tak terpuji yang dilakukan tersangka adalah berlatar belakang motif asmara, dimana cinta tersangka di tolak oleh seorang wanita yang berbeda agama dengan tersangka, karena kecewa tersangka melampiaskan dengan memposting ujaran kebencian dan penistaan terhadap agama tertentu.

“Diduga karena asmara, tersangka hingga berbuat seperti itu,” kata Robin.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone, yang di dalamnya berisi akun samara, yang digunakan pelaku saat memposting ujaran kebencian dan penistaan agama.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka saat ini sudah di tahan di Mapolres Serdang Bedagai, tersangka di persangkakan dengan Pasal 28 UU Nomor 17 tahun 2016, dan Pasal 45 UU Nomor 11 tahun 2016 tentang ITE, subsider Pasal 156 kuh pidana tentang penistaan agama dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara

Sementara guna mencegah terjadinya konflik SARA akibat peristiwa tersebut, Polres Serdang Bedagai bergerak cepat, dengan mengumpulkan sejumlah perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini