United Airlines "Grounded" 24 Boeing 777 Menyusul Kecelakaan Pesawat di Denver

Susi Susanti, Koran SI · Senin 22 Februari 2021 09:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 18 2366040 united-airlines-grounded-24-boeing-777-menyusul-kecelakaan-pesawat-di-denver-w50C95Aimn.jpg United Airlines akan menghentikan penerbangan 24 pesawat Boeing (Foto: Daily Mail)

AMERIKA SERIKAT - United Airlines mengatakan akan segera menghentikan semua penerbangan (grounded) 24 pesawat Boeing 777 dengan jenis mesin yang sama yang terlibat dalam pendaratan darurat pada Sabtu (20/2) di Denver, Amerika Serikat (AS).

Maskapai tersebut mengatakan akan melanjutkan diskusi dengan regulator AS untuk menentukan langkah tambahan yang diperlukan untuk memastikan pesawat ini memenuhi standar keamanan ketat dan dapat kembali beroperasi.

Pengumuman itu muncul setelah Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap 777 pesawat dengan mesin seri Pratt & Whitney PW4000 setelah kegagalan mesin kanan pada United Flight 328.

“Setelah berkonsultasi dengan tim ahli keselamatan penerbangan saya tentang kegagalan mesin kemarin di atas pesawat Boeing 777 di Denver, saya telah mengarahkan mereka untuk mengeluarkan Petunjuk Kelaikan Udara Darurat yang akan membutuhkan segera atau inspeksi yang ditingkatkan pada pesawat Boeing 777 yang dilengkapi dengan mesin Pratt & Whitney PW4000 tertentu,” terang Administrator FAA Steve Dickson, melalui pernyataan yang dirilis Minggu (21/2) malam.

(Baca juga: Datang ke China Wajib Karantina di Negara Asal Selama 14 Hari, Termasuk dari Indonesia)

"Ini kemungkinan berarti bahwa beberapa pesawat akan disingkirkan dari layanan," tambahnya.

Dickson mengatakan timnya telah meninjau semua data keselamatan yang tersedia setelah insiden kemarin,' dan 'berdasarkan informasi awal, kami menyimpulkan bahwa interval pemeriksaan harus ditingkatkan untuk bilah kipas berlubang yang unik untuk model mesin ini, yang digunakan hanya di pesawat Boeing 777 .

Menurut Dickson, FAA bekerja sama dengan otoritas penerbangan sipil lainnya untuk membuat informasi ini tersedia bagi operator yang terkena dampak di yurisdiksi mereka.

Dia mengatakan timnya akan bertemu dengan Pratt & Whitney dan Boeing untuk menyelesaikan rincian Petunjuk Kelaikan Udara dan buletin layanan yang menyertainya untuk memastikan bahwa pesawat yang sesuai disertakan dalam pesanan.

(Baca juga: Terungkap, Pembantaian Orang Yahudi di Kamar Gas Rahasia Nazi)

Sementara itu, Pusat Informasi Layanan Aeronautika Jepang mengatakan Jepang telah meminta maskapai penerbangan menghindari penggunaan pesawat Boeing 777 dengan mesin Pratt & Whitney 4000 untuk lepas landas, pendaratan, dan penerbangan di wilayahnya sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Pada Minggu (21/2), Jepang mengatakan 32 jet penumpang yang menggunakan mesin yang sama dengan Boeing 777 yang terlibat dalam insiden Denver telah dilarang terbang.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata mengatakan dari jumlah itu, sebanyak 13 pesawat yang dioperasikan oleh Japan Airlines.

19 pesawat lainnya dioperasikan oleh All Nippon Airways. Tak satu pun dari pesawat tersebut dijadwalkan terbang pada Senin (22/2).

Japan Airlines pernah mengalami insiden serupa terjadi pada Desember 2020 setelah awaknya meminta untuk melakukan pendaratan darurat sembilan menit setelah lepas landas. Pesawat kembali dengan selamat ke Naha tanpa satupun dari 178 penumpang dan 11 awak yang terluka.

Para pejabat mengatakan pada saat itu mesin kiri mengalami kerusakan sekitar 16.000-17.000 kaki.

Kedua pengumuman tersebut terjadi hanya 24 jam setelah pesawat United Airlines mengalami kerusakan mesin yang sangat parah tak lama setelah lepas landas.

Pesawat Boeing 777-200, yang membawa 231 penumpang dan 10 awak, sedang menuju ke Honolulu pada Sabtu (20/2) dari Bandara Internasional Denver ketika puing-puing menghantam mesin kanan pesawat dan menyebabkan mesinnya terbakar.

Kapten telah memberikan pengumuman melalui interkom ketika ledakan besar mengguncang kabin, disertai dengan kilatan cahaya yang terang.

Insiden tersebut memaksa pilot untuk melakukan pendaratan darurat kembali di Denver hanya 20 menit setelah lepas landas, sekitar pukul 13.30 siang waktu setempat.

Video yang direkam di atas Penerbangan UA328 menangkap momen saat pesawat mendarat kembali di landasan dengan selamat. Para awak kabin disambut dengan tepuk tangan dan sorakan lega.

Tidak ada korban cedera yang dilaporkan baik di pesawat maupun di darat.

Pakar keselamatan penerbangan mengatakan pesawat 777 berusia 26 tahun itu tampaknya mengalami kerusakan mesin yang tidak terkendali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini