Ditemukan Tewas, Agen Intelijen Australia Dilaporkan Berencana Rilis Dokumen Rahasia 'Kejahatan Perang'

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 22 Februari 2021 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 18 2366379 ditemukan-tewas-agen-intelijen-australia-dilaporkan-berencana-rilis-dokumen-rahasia-kejahatan-perang-UtXI3V44tC.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

CANBERRA - Seorang perwira intelijen Australia ditemukan tewas saat berencana merilis informasi rahasia tentang kesalahan pasukan Negeri Kanguru di Afghanistan, demikian dilaporkan Sunday Telegraph.

Menurut laporan tersebut, perwira intelijen itu diduga memiliki sebuah hard drive terenkripsi berisi laporan tersebut saat ditemukan tewas di tempat parkir mobil markas militer pada Desember 2020. Menurut laporan polisi, kematiannya tidak mencurigakan dan dianggap sebagai bunuh diri.

BACA JUGA: Penyelidikan Ungkap Tentara Elite Australia Bunuh 39 Warga Sipil Afghanistan

Dokumen terkenal yang dirilis oleh Hakim Mahkamah Agung New South Wales dan Mayor Jenderal Cadangan Angkatan Darat Paul Brereton menunjukkan bahwa setidaknya 25 tentara Australia terlibat dalam dugaan pembunuhan warga sipil dan tahanan di Afghanistan antara tahun 2005 dan 2016.

"Diketahui bahwa perwira intelijen akan membuat informasi itu terbuka untuk umum karena Laporan Brereton adalah perburuan sepihak yang keliru terhadap SAS untuk mencoba menenangkan orang Afghanistan," kata seorang sumber kepada surat kabar itu.

Menurut sumber itu, informasi di hard drive "akan banyak mengubah sikap dan opini publik tentang apa yang terjadi di Afghanistan", jika dipublikasikan setelah Laporan Brererton menjadi berita utama pada November 2020.

BACA JUGA: Australia Akan Adili Tentaranya yang Lakukan Kejahatan Perang di Afghanistan

Di dokumennya, Brereton merekomendasikan penuntutan 19 orang, beberapa di antaranya masih bertugas pada saat dokumen itu dirilis, sehingga militer Australia memecat setidaknya 13 tentara sehubungan dengan kasus tersebut.

Menyusul skandal tersebut, Panglima Angkatan Pertahanan Jenderal Angus Campbell meminta maaf kepada rakyat Afghanistan atas nama Angkatan Darat Australia, dengan mengatakan bahwa tindakan para prajurit yang terlibat dalam kejahatan yang dituduhkan adalah "memalukan" dan "pengkhianatan mendalam" terhadap militer Australia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini