Kisah Pria Tua yang Merawat Ribuan Patung Dewa-Dewi Terlantar

Agregasi BBC Indonesia, · Selasa 23 Februari 2021 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 18 2366613 kisah-pria-tua-yang-merawat-ribuan-patung-dewa-dewi-terlantar-aTWLSI34Vq.jpg Pria tua ini merawat patung dewa dewi selama 30 tahun (Foto: Matthew Keegan)

Wong tinggal di sebuah flat yang terletak di tepi tebing di atas taman, ia memberi tahu saya bahwa tiga dekade yang lalu hanya ada beberapa patung, tetapi seiring berjalannya waktu, seluruh lereng bukit menjadi tertutup oleh patung-patung.

Wong tidak yakin berapa jumlah pasti patung dewa dewi disana, tetapi ia memperkirakan bahwa setidaknya ada 2.000 hingga 3.000 patung.

"Tersiar kabar bahwa ini adalah tempat untuk membawa dewa dewi yang terlantar," katanya.

"Ini menjadi seperti rumah jompo bagi mereka. Ketika orang-orang tidak memiliki ruang lagi untuk meletakkan patung di rumah, mereka membawanya ke sini,” terangnya.

Tidak banyak orang yang mengetahui bagaimana patung dewa dewi ini bisa sampai di sini, atau mengapa dan bagaimana jumlahnya begitu banyak, tetapi Wong telah merawat mereka selama lebih dari 30 tahun.

Merupakan hal yang biasa bagi orang-orang di Hong Kong untuk menyimpan patung kecil dewa dewi yang dihormati dalam agama lokal seperti Taoisme, Buddha, dan Konfusianisme di rumah mereka.

Di antara yang paling populer adalah Guanyin, Dewi Belas Kasih; Guandi, Dewa Perang; dan Tin Hau, Dewi Laut.

Rumah tangga sering kali membuat kuil kecil untuk patung dewa dewi ini, tempat mereka menyembah; membakar dupa sebagai persembahan; dan berdoa untuk berkah keberuntungan, perlindungan dan kesehatan.

Namun, dengan keterbatasan ruang di Hong Kong, yang terkenal dengan harga sewa setinggi langit untuk tempat tinggal yang sempit, para penduduk setempat seringkali kehabisan ruang untuk menyimpan patung dewa-dewi mereka.

Alih-alih membuang yang sudah tua atau rusak, karena dianggap akan membawa sial, orang-orang di Hong Kong lebih memilih untuk meninggalkan patung dewa dewi mereka- yang sudah terkelupas atau pudar- di sudut jalan.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini