JAKARTA - Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebutkan, persoalan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diusung oleh sejumlah kader Demokrat bisa dianggap sebagai bentuk perlawanan pada demokrasi Indonesia.
"Kalau saya melihat itu bentuk perlawanan pada demokrasi kita karena demokrasi itu konstitusional, ada pertukaran elit secara teratur lewat kongres, lewat muktamar lewat munas," ujarnya saat dihubungi MPI Portal, Sabtu (27/2/2021).
Menurutnya, KLB itu sejatinya identik dengan agenda ilegal terkesan dipaksakan guna mengambil alih partai lantaran adanya ketidaksukaan dengan posisi partai yang dianggap berseberangan dengan pendapat pihak tertentu. Alhasil, KLB pun digagas guna merecoki partai.
"Nah kenapa hampir tak pernah terjadi degan partai koalisi pemerintah KLB itu, kalau dikatakan partai itu tak dinasti, tak ada trah keluarganya, bagaimana dengan PDIP, dengan Gerindra, dengan Nasdem, apakah itu bukan partai keluarga juga," tuturnya.
Baca Juga: Demokrat Pecat 7 Kader Buntut Kudeta Partai, Marzuki Alie Salah Satunya