Pasukan Keamanan Tembaki Demonstran Anti-Kudeta Myanmar, 9 Orang Tewas

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 03 Maret 2021 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 18 2371684 pasukan-keamanan-tembaki-demonstran-anti-kudeta-myanmar-9-orang-tewas-GWhDTvr5om.jpg Foto: Reuters.

YANGON - Pasukan keamanan Myanmar menembak dan menewaskan sembilan orang selama demonstrasi memprotes kudeta militer pada Rabu (3/3/2021), demikian dilaporkan saksi mata dan media. Tindakan brutal itu terjadi sehari setelah Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) menyerukan diakhirinya kekerasan dan penyelesaian krisis secara damai di negara itu.

Laporan media menyebutkan dua orang tewas dalam bentrokan di Mandalay, kota terbesar kedua Myanmar, Mandalay. Sementara satu orang tewas ketika polisi melepaskan tembakan di kota utama Yangon, kata seorang saksi mata di sana.

BACA JUGA: ASEAN Serukan Solusi Damai Penyelesaian Krisis Myanmar

Monywa Gazette melaporkan lima orang tewas di pusat kota itu dalam tembakan polisi. Satu orang ditembak dan tewas di pusat Kota Myingyan, kata aktivis mahasiswa Moe Myint Hein, (25).

“Mereka menembaki kami dengan peluru tajam. Satu orang terbunuh, dia masih muda, seorang remaja laki-laki, ditembak di kepala,” kata Moe Myint Hein, yang terluka di kaki, kepada Reuters melalui telepon.

Seorang juru bicara dewan militer yang berkuasa tidak menjawab panggilan telepon yang meminta komentar.

Kekerasan itu terjadi sehari setelah menteri luar negeri dari tetangga Asia Tenggara mendesak pengekangan tetapi gagal bersatu di belakang seruan agar militer membebaskan pemimpin pemerintah yang digulingkan Aung San Suu Kyi dan memulihkan demokrasi.

BACA JUGA: Demonstran Myanmar Turun ke Jalan, Sehari Setelah Pihak Keamanan Tewaskan 18 Orang

Setidaknya 30 orang telah tewas sejak kudeta pada 1 Februari, yang mengakhiri langkah tentatif Myanmar menuju pemerintahan demokratis, memicu protes nasional dan kekecewaan internasional.

Pasukan keamanan juga menahan sekitar 300 pengunjuk rasa saat mereka membubarkan protes di Yangon, kantor berita Myanmar Now melaporkan. Seorang aktivis mengatakan beberapa pemimpin protes termasuk di antara mereka yang dibawa pergi.

Video yang di-posting di media sosial menunjukkan antrean panjang pria muda, tangan di atas kepala, masuk ke truk tentara saat polisi dan tentara berjaga. Reuters tidak dapat memverifikasi rekaman tersebut.

Militer membenarkan kudeta tersebut dengan mengatakan keluhannya atas kecurangan pemilih dalam pemilu 8 November diabaikan. Partai Suu Kyi menang telak, mendapatkan masa jabatan lima tahun kedua. Komisi pemilihan mengatakan pemungutan suara itu adil.

Pemimpin Junta Jenderal Senior Min Aung Hlaing mengatakan intervensi itu untuk melindungi demokrasi Myanmar yang masih muda dan telah berjanji untuk mengadakan pemilihan baru tetapi tidak diberi kerangka waktu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini