JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dengan pidana 12 tahun penjara. Sedangkan menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono dituntut dengan pidana 11 tahun penjara. Keduanya juga dituntut untuk membayar denda masing-masing sejumlah Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kuasa Hukum Nurhadi, Maqdir Ismail menyebut bahwa Jaksa KPK sedang berimajinasi. Sebab, kata Maqdir, tuntutan 12 tahun penjara kepada Nurhadi dan 11 tahun bui terhadap Rezky tersebut tanpa didasari bukti yang kuat di persidangan.
"Tuntutan selama 12 tahun penjara kepada Nurhadi dan Rezky Herbiyono 11 tahun penjara hanya berdasarkan imajinasi untuk menutupi kesalahan menjadikan Nurhadi sebagai terdakwa, karena tidak didukung oleh bukti," kata Maqdir menanggapi tuntutan Jaksa, Selasa (2/3/2021), malam
Baca Juga: Mantan Sekretaris MA Nurhadi Dituntut 12 Tahun Penjara, Menantunya 11 Tahun
Maqdir menuding jaksa KPK hanya berdasar pada asumi dalam membuktikan perbuatan pidana Nurhadi dan Rezky Herbiyono. Maqdir menilai jaksa tidak berani menerapkan pasal yang sesuai dengan surat dakwaan karena tidak bisa membuktikan kalau Nurhadi terima suap dan gratifikasi.