Pelajar di Lamongan Gunakan Perahu ke Sekolah Imbas Banjir Tak Kunjung Surut

Abdul Wakhid, iNews · Rabu 03 Maret 2021 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 519 2371521 pelajar-di-lamongan-gunakan-perahu-ke-sekolah-imbas-banjir-tak-kunjung-surut-5AyRyoeZzp.jpg Siswa Sekolah berangkat menggunakan perahu (Foto: iNews)

LAMONGAN - Banjir yang sudah berlangsung selama dua bulan memaksa para pelajar di Lamongan menggunakan perahu untuk ke sekolah. Jalan desa yang tergenang air membuat anak-anak tak lagi bisa kesekolah bersepeda.

Pelajar yang memanfaatkan perahu untuk berangkat sekolah tersebut adalah para pelajar yang sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Thoriqotus Salam Desa Simosari, Kecamatan Kalitengah.

Mereka terpaksa sekolah dengan menggunakan perahu karena jalan menuju sekolah terendam banjir dan tidak bisa dilalui kendaraan. Setiap hari para pelajar ini harus menempuh perjalanan sejauh 2 kilometer menggunakan perahu kecil menyusuri sungai.

Baca Juga: 4 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Masih Terendam Banjir

"Karena jalannya terendam air banjir, sekolah ya naik perahu," kata Ilham Kiromul Fateha, salah seorang pelajar yang sekolah di MI Thoriqotus Salam pada wartawan.

Ilham mengaku, banjir akibat luapan sungai Bengawan Njero membuat jalan desa mereka terendam banjir. Kondisi jalan yang terendam banjir pun rusak dan sulit dilalui menggunakan roda dua. Ongkos naik perahu inipun tidak mahal, hanya Rp. 3 ribu untuk pergi dan pulang sekolah.

"Kalau pakai sepeda takut terjatuh karena jalannya rusak akibat banjir dan biar tidak telat ya berangkat lebih pagi sambil menunggu jemputan perahunya datang," aku Ilham.

Salah seorang guru di MI Thoriqotus Salam, Muhammad Imron mengaku baru pertama kali ini para siswa di sekolahnya menggunakan perahu sebagai alat transportasi untuk berangkat ke sekolah. Mereka, kata Imron, biasanya menggunakan sepeda onthel dari rumah untuk berangkat ke sekolah namun saat ini jalan menuju sekolah rusak dan kebanjiran.

"Selain untuk menjaga keselamatan, naik perahu juga masih didampingi orang tua sejak dari rumah hingga masuk sekolah," imbuh Imron yang berharap agar pemerintah bisa secepatnya membangun jalan yang rusak akibat banjir ini.

Sementara, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, banjir jilid 2 di Lamongan ini berimbas ke 5 kecamatan, tapi saat ini tinggal 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Turi dan Kalitengah. Saat ini, kata Yuhronur, pihanya sudah mengaktifkan pompa air yang menuju ke Bengawan Solo dengan kapasitas yang besar.

"Pompa sudah kita aktifkan. Mudah-mudahan dalam beberapa hari atau tidak sampai beberapa hari ketinggiannya bisa normal, pembuangan lancar dan genangan-genangan air bisa segera surut,” terang Yuhronur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini