Islandia Dilanda Lebih dari 10.000 Gempa Bumi dalam Waktu Kurang dari Sepekan

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 05 Maret 2021 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 18 2372941 islandia-dilanda-lebih-dari-10-000-gempa-bumi-dalam-waktu-kurang-dari-sepekan-imLDaz8mB0.jpg Foto: Instagram/@Icelandtravel.

REYKJAVIK - Dalam fenomena alam yang jarang terjadi, Islandia telah menyaksikan lebih dari 10.000 gempa bumi sejak Rabu (24/2/2021) lalu, dan getarannya terus berlanjut.

Gempa yang paling keras sejauh ini telah melanda daerah ibu kota, karena getarannya dapat dirasakan di jalan-jalan dan rumah-rumah di Reykjavik. Getaran yang diukur pada 5,7 skala Richter itu adalah gempa bumi paling keras di Islandia selama beberapa tahun terakhir, demikian dilaporkan Radio Denmark.

BACA JUGA: Diganggu Gempa Bumi Saat Wawancara, PM Islandia Tetap Kalem

Beruntung, tidak ada yang terluka saat gempa, meski banyak warga Islandia masih bekerja di rumah akibat lockdown virus corona, terutama di daerah perkotaan.

“Banyak yang masih duduk di rumah dan bekerja, tapi kami sudah terbiasa dengan gempa di sini. Oleh karena itu, kami tahu bahwa kami tidak boleh meletakkan vas besar atau tumpukan besar buku di rak di atas tempat tidur atau tempat duduk kami,” kata Benedikt Halldórsson, seorang profesor di Universitas Islandia dan peneliti gempa bumi di Institut Meteorologi Islandia sebagaimana dilansir Sputnik.

Menurut dia, gempa terus berlanjut hampir tak henti-hentinya sejak Rabu pekan lalu, selain dari ketenangan singkat pada Jumat (26/2/2021) pagi. Sulit untuk mengatakan kapan gempa akan berhenti, ujarnya.

“Sebagian besar gempa bumi berhenti di beberapa titik. Biasanya, gempa bumi paling dahsyat datang lebih dulu. Ini berlanjut untuk beberapa waktu dengan gempa susulan yang lebih lemah dan lebih lemah sampai akhirnya berhenti. Ini tentang bumi membuang energi berlebih sehingga ada keseimbangan lagi,” jelas Halldórsson.

BACA JUGA: Strategi Unik Lawan Covid-19, Islandia Gratiskan Tes untuk Semua Penduduknya

Meskipun jarang terjadi di sebagian besar dunia, gempa bumi merupakan fenomena biasa di Islandia.

“Ini setiap hari bagi kami di sini. Kami tinggal di tengah zona gempa. Artinya, kami siap menghadapi guncangan. Kami memiliki peraturan bangunan yang paling ketat dalam hal perlindungan gempa di dunia, dan kami belajar di sekolah bagaimana berperilaku ketika gempa terjadi,” kata Halldórsson.

Menurut Trine Dahl-Jensen, peneliti senior gempa bumi di National Geological Survey of Denmark and Greenland (GEUS), gempa besar seperti itu jarang terjadi bahkan di Islandia, yang tidak asing lagi di departemen itu.

“Mereka terbiasa dengan gempa bumi di atas sana, tapi ini masih tidak biasa. Itu hanya terjadi sekali dalam beberapa tahun,” kata Dahl-Jensen, memuji Islandia atas keakuratan ilmiahnya.

“Mereka memiliki banyak stasiun pengukur kecil yang berdiri di sana. Ini berarti mereka dapat mengukur getaran bahkan kecil. Itu tidak mungkin terjadi 50-100 tahun yang lalu,” tegasnya.

Islandia sering dilanda gempa bumi karena pulau itu terletak di tengah zona di mana dua lempeng benua bergerak semakin jauh satu sama lain. Di satu sisi, lempeng benua Amerika Utara menarik Amerika Serikat semakin jauh dari Eropa, dan di sisi lain, lempeng Eurasia menarik ke arah yang berlawanan. Retakan yang dikenal sebagai celah Silfra melintasi Islandia sebagai bukti visual, menarik banyak turis dan penyelam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini