Jika Terbukti Gunakan Surat Tes PCR Palsu, Kanwil Kemenkumham Bali Akan Deportasi 2 WNA

Sazili Mustofa, Koran SI · Sabtu 06 Maret 2021 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 340 2373294 jika-terbukti-gunakan-surat-tes-pcr-palsu-kanwil-kemenkumham-bali-akan-deportasi-2-wna-Mzm1dX2ODo.png Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)

DENPASAR - Dua warga negara asing (WNA) diduga menggunakan surat keterangan hasil tes usap atau PCR palsu di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali.

Jika hasil penyidikan polisi kedua WNA itu menggunakan surat palsu, maka Kantor Wilayah Kemenkum HAM Bali akan mendeportasi keduanya.

Kedua WNA tersebut adalah Olena Mukh dan D Mitrii Anokh warga Rusia dan Ukraina.

"Yang jelas kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polres Karangasem," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Bali, Jamaruli Manihuruk dilansir Antara, Jumat (5/3/2021) malam.

Baca Juga: Pengguna Surat Tes Swab Palsu Diancam 6 Tahun Penjara

Saat ini kedua warga asing tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Polres Karangasem. Sementara terkait paspor, Jamaoi mengatakan sudah menyerahkannya kepada Kantor Imigrasi Singaraja.

"Kalau dinyatakan bersalah, dua orang tersebut bisa saja diberikan tindakan keimigrasian apakah dideportasi atau pembatasan-pembatasan di beberapa tempat di Indonesia, bisa juga kita putuskan izin tinggalnya," katanya.

Baca Juga: Selain Hasil Swab, Pelaku Juga Palsukan Validasi KKP Soetta

Sebelumnya, Kapolres Karangasem, AKBP Ni Nyoman Suartini menjelaskan, penangkapan dua WNA tersebut terkait dengan dugaan pemalsuan dokumen berupa surat keterangan hasil tes PCR SARS-COV-2. Kedua warga asing tersebut datang dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Keduanya tiba di Pos Terpadu Pelabuhan Padang Bai di Desa Padang Bai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Selasa (2/3/2021) sekitar pukul 09.00 WITA.

"Saat pengecekan oleh kedua saksi terhadap surat keterangan tersebut ditemukan beberapa kejanggalan pada waktu penerbitan suket dan nomor registrasi pada surat keterangan tersebut," katanya.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan dari dua warga asing tersebut bahwa surat keterangan tes usap COVID-19 didapat dari seseorang yang bernama Steve di sebuah restoran wilayah Lombok, NTB, pada saat akan pergi ke Bali.

Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak RS Siloam Canggu-Badung melalui sambungan telepon, kata Kapolres, pihak RS menyatakan kalau RS Siloam Canggu tidak pernah mengeluarkan hasil tes PCR SARS COV 2 untuk kedua WNA itu.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini