Material Longsor di Blitar Berhasil Dievakuasi, Perjalanan KA Perlahan Berangsur Normal

Avirista Midaada, Okezone · Senin 08 Maret 2021 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 519 2373912 material-longsor-di-blitar-berhasil-dievakuasi-perjalanan-ka-perlahan-berangsur-normal-g1HbiCM3sl.jpg Material longsor berhasil dievakuasi petugas (foto: ist)

MALANG - Jalur kereta api yang sempat tertutup material longsor di Blitar, akhirnya perlahan bisa dinormalisasi. Hal ini setelah PT KAI DAOP 8 Surabaya mengerahkan alat berat ekskavator dan puluhan pekerja, untuk menyingkirkan material longsor dari tebing setinggi kurang lebih 5 meter, yang menutup akses rel KM 87 +500.

Manager Humas PT KAI DAOP 8 Surabaya, Luqman Arif menyatakan, material longsoran yang menutupi rel kereta api antara Stasiun Pohgajih dengan Stasiun Kesamben, Blitar, berhasil dievakuasi.

"Tepat pada pukul 22.36 jalur KA yang terkena longsoran tersebut sudah dapat dilewati kembali. KA pertama yang melintas adalah KA Malabar dengan kecepatan 5 KM," ujar Luqman Arief melalui rilis yang diterima MNC Portal Indonesia, pada Minggu (7/3/2021) malam.

Baca juga: Longsor Tutup Rel Kereta Api di Blitar, Dua KA Tertahan

Luqman menambahkan, ada total tiga kereta api yang terdampak longsor tertutupnya jalur rel. Satu kereta api jarak jauh KA Malabar relasi Malang - Bandung telah berhasil melintas sekitar pukul 22.36, sedangkan dua kereta api lokal KA 376 Penataran dan KA 363 Penataran masih tertahan di dua stasiun berbeda.

"KA 376 (Penataran) relasi Blitar-Surabaya Gubeng tertahan di Stasiun Kesamben dan KA 363 ( Penataran) relasi Surabaya - Blitar tertahan di Stasiun Malang Kotalama," ucap Luqman kembali.

Baca juga:  Longsor di Majene, 1 Warga Tewas Tertimbun

Pihaknya menegaskan, proses normalisasi rel kereta api di KM 87 +500 hingga Minggu tengah malam masih terus berlangsung. Namun kondisi cuaca hujan, malam hari, dengan banyaknya material longsor batu dan lumpur, membuat proses evakuasi berjalan cukup sulit.

"Berbagai langkah dan upaya bekerja secara cepat untuk normalisasi jalur. Kondisi cuaca hujan, malam hari, banyaknya batu, lumpur serta terjadi longsor susulan yang menutup jalur KA menyebabkan proses normalisasi menjadi lama," bebernya.

Ia mewakili segenap direksi PT KAI menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan akibat longsor yang menutup rel kereta api tersebut.

"PT KAI Daop 8 mengucapkan permohonan maaf kepada para pelanggan karena terganggunya perjalanan dan pelayanan kereta api akibat bencana longsor tersebut," tukasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini