Doni mengatakan turunan kebijakan dan perencanaan pun harus terukur, harus ada proses pengendalian kebijakan dan tata ruang serta memastikan semua berjalan dengan baik di lapangan. “Bukan hanya diatas kertas,” tegasnya.
Selain itu, Doni menegaskan melalui mitigasi dan pencegahan serta kebijakan tata ruang yang sensitif terhadap kebencanaan, kita jadikan bangsa ini menjadi bangsa tangguh menghadapi bencana. “Menjadi bangsa yang maju akan takdirnya sebagai bangsa yang senantiasa diberikan kesempatan belajar dari bencana dan bencana.”
“Karenanya kita harus sadar dan tanggap bencana bukan untuk diratapi, tetapi untuk dimitigasi. Bencana bukan semata musibah tetapi harus dicegah,” tegas Doni.
Doni mengatakan manakala kita membiarkan rasa cinta terhadap ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa mendera niscaya mereka celaka. “Ketahuilah, petaka buat mereka punya dosa bagi kita yang telah abai dan lalai. Manakala kita mengabaikan tanda-tanda alam dan lingkungan hidup atas nama pembangunan, tunggu saja cepat atau lambat bencana akan melanda. Ujungnya hanya duka dan derita. Bahkan hilangnya harta dan nyawa,” ungkapnya.
(Khafid Mardiyansyah)