Sebelumnya, lanjut Ninoy, SBY membuat pernyataan yang justru menyatakan, Presiden Jokowi, BIN, Kapolri, Kemenkumham, Menko Polhukam, tidak terlibat dalam konflik Demokrat. Namun di pihak lain, Benny K Harman membuat hoaks yang bertujuan untuk membangun opini Polri nyatanya terlibat. Ini strategi komunikasi yang sangat terstruktur ala SBY.
“Cara-cara adu domba menyerang Kemenkumham, termasuk hoaks keterlibatan Polri yang dicuitkan oleh Benny K Harman, serta keterlibatan Istana, memiliki tujuan untuk memengaruhi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Dengan cara itu SBY berharap Yasonna tertekan secara psikologis, lewat opini publik yang terbangun, maka Yasonna akan membuktikan diri netral dengan cara menolak Demokrat Moeldoko. Grand strategi yang mudah dipahami,” pungkas Ninoy Karundeng.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.